KOTA BEKASI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi mewacanakan membentuk koalisi gemuk pada pilkada Kota Bekasi mendatang.
Hal tersebut diperkuat dengan merapatnya sejumlah partai menengah ke partai berlambang pohon beringin tersebut, untuk mengusung Rahmat Effendi sebagai calon Walikota Bekasi yang sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP Golkar.
Menanggapi hal tersebut Suroyo Akademisi STMIK Mikar Kota Bekasi mengatakan, ini menjadi sebuah kelemahan dari seorang petahana pasalnya dengan elektabilitas dan popularitas petahana melalui hasil survei belum ada yang mengalahkan dia, (Rahmat Effendi), hingga kini tetap di peringkat teratas.
“Petahana mau di gandengkan dengan siapapun kemungkinan besar dapat memimpin kota Bekasi lagi,” ungkap Suroyo yang juga menjabat sebagai Rektor STIE Tribuana Bekasi saat sesi tanya jawab pada acara diskusi di RM Wulan Sari, Jumat (11/8) kemarin.
Justru dengan adanya koalisi gemuk lanjutnya dia, memperlihatkan kekhawatiran dan kelemahan petahana dalam menghadapi Pilkada 2018 nanti.
Lebih lanjut dia, katakan kemungkinan besar Pilkada Kota Bekasi menjadi tiga kandidat diantara Golkar dengan Koalisi Gemuknya, PKS – Gerindra dengan Koalisi Merah Putihnya dan yang terakhir PDI Perjuangan maju sendiri tanpa koalisi.
Tak hanya itu, Suroyo pun memberikan kritikan pedas terhadap KPUD Kota Bekasi terkait lemahnya partisipasi publik dari tahun Ketahun.
“Ketua KPUD sekarang adalah teman saya, bahkan saya juga menjadi bagian dari kemenangannya menjadi ketua KPUD sekarang, jika tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut lebih baik mundur,” pungkasnya dengan nada tinggi. (Nil).









Komentar