oleh

Pasca Pemilu 2019 PMJ Gelar Diskusi untuk Satukan Masyarakat

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Pasca pencoblosan suara dalam Pemilu 2019, Perhimpunan Mahasiswa Jakarta (PMJ) akan menggelar diskusi untuk menyatukan masyarakat kembali. Kegiatan diskusi mengusung tema “Meningkatkan Peran Media Massa Dalam Menciptakan Keamanan dan Ketentraman Pasca Pilpres 2019, Kalah Menang Indonesia Harus Aman dan Damai”.

Kegiatan tersebut, rencananya akan dilaksanakan pada Senin, (22/4) di Warung Upnormal, Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat.

Acara ini dihadiri para narasumber antara lain, H. Abdul Fatah, Ph.D selaku Sekretaris Jenderal DPP IPI, Ahmad Djauhar (Wakil Dewan Pers), Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo (Karo Penmas Humas Mabes Polri) dan Karyono Wibowo (Pengamat Politik).

Menurut Ketua Panitia, Rahmat Hidayat mengatakan,”Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyatukan masyarakat dan elit politik supaya kembali kepada persatuan dan kesatuan bangsa dan mengajak siapun dari mereka yang kalah maupun menang Indonesia harus aman dan damai tanpa perpecahan,” ungkap Rahmat kepada awak media di Jakarta, kamis (18/4).

Rahmat mengaku, Pasca Pencoblosan isu People Power mencuat, sehingga ia mengimbau kepada masyarakat agar lebih menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa.

Rahmat menegaskan, elit politik dan masyarakat harus legowo apabila kalah dan menang jangan jumawa, pasalnya semua itu amanah dari rakyat.

 

“Kami semua merupakan saudara sebangsa dan setanah air, jika ada perbedaan politik karena hal biasa seharusnya dihormati semua pihak karena tujuannya sama yaitu mensejahterakan rakyat,” terangnya.

 

Rahmat mengimbau, agar masyarakat hadir dalam acara tersebut, supaya dapat memahami persoalan dan memahami situasi nasional.

“Saya mengajak masyarakat agar hadir dalam acara tersebut, mari kami galang persatuan dan kesatuan bangsa pasca pencoblosan kemarin, kami semua merupakan saudara tidak boleh ada perpecahan diantara kita,” pungkasnya. (Cr-1/ Len)

BACA JUGA :  Ratusan Masyarakat Antusias Ikuti Sosialisasi 4 Peraturan Daerah