oleh

Peringati Milad ke-105, Aisyiyah Kota Bekasi Cerahkan Umat

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Pimpinan Daerah Aisyiyah Muhammadiyah Kota Bekasi menggelar hari lahir atau Milad Aisyiyah Muhammadiyah ke-105 mengusung tema “Aktualisasi Risalah Pencerahan untuk Dakwah Melintas Batas berlokasi di Perguruan Muhammadiyah Kota Bekasi, Sabtu (6/7).

Peringatan ini diisi dengan sosialisasi Gerakan Aisyiyah Sehat (GRASS) dan lomba isi piringku.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi Aisyiyah dari tingkat Kota, Provinsi dan Pusat. Hadir juga Istri Walil Wali Kota Bekasi, Wiwik Hargono, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi, KH. Soekandar Ghozali dan Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kota Bekasi.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Bekasi, Hj. Enny Pristini dalam sambutannya mengatakan, pada momentum Milad ke-105 Aisyiyah terus mengupayakan gerakan Islam yang mencerahkan umat yang diaktualisasikan melalui dakwah yang melintas batas.

Menurutnya, dalam perjalanannya, Aisyiyah sudah banyak mengalami kemajuan dari sisi gerakan dakwah. Di mana organisasi perempuan Muhammadiyah, tidak hanya berkutat pada wilayah dakwah keagamaan semata. Tapi jauh lebih dari itu.

Hal ini, bisa dilihat dari kiprah Aisyiyah yang hampir mengisi setiap lini kehidupan umat. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hukum, ekonomi dan ketahanan keluarga.

“Mudah-mudahan di Milad ke-105 Aisyiyah bisa terus konsisten di jalur dakwah yang melintas batas dan bermanfaat untuk umat,” kata Enny Pristini, dalam pidatonya, Sabtu (6/7).

Enny juga menceritakan keberadaan Gerakan Aisyiyah Sehat (GRASS) yang merupakan wujud nyata upaya menciptakan masyarakat yang sehat.

“Melalui GRASS kami terus melakukan edukasi ke masyarakat. Pada hari ini misalnya, kita membedah tentang kandungan susu kental manis. Pembicara langsung dari Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” kata Aisyiyah.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi, KH. Soekandar Ghozali mengatakan, Aisyiyah Kota Bekasi berbeda jika dibandingkan gerakan perempuan lainnya.

BACA JUGA :  DPP IPI Menyayangkan Adanya Provokasi Menggunakan Isu Agama

“Aisyiyah tidak pernah nongol ke Pemda untuk meminta-minta bantuan. Aisyiyah merupakan gerakan perempuan yang mandiri,” kata dia.

Soekandar mengaku, bangga dengan kiprah Aisyiyah yang menurutnya, sudah diakui oleh banyak pihak.

“Aisyiyah ini luar biasa, mereka eksis dengan gerakan yang sudah mereka kerjakan dan terus konsisten. Sehingga, keberadaan Aisyiyah, khususnya di Kota Bekasi banyak diapresiasi,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi, Wiwik Hargono memberi apresiasi kepada kader-kader Aisyiyah Kota Bekasi yang sudah banyak berkorban mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran untuk ikut mengurusi umat.

Hanya saja, ia mengimbau kepada para kaum ibu tidak abai dengan tugas dan tanggungjawab sebagai seorang ibu di rumah.

“Berorganisasi boleh tapi ingat jangan lupakan tugas kita sebagai seorang ibu di rumah. Semoga Aisyiyah di Milad ke-105 semakin maju dan semakin eksis,” pungkas Wiwik. (Len)