oleh

Wagub Jabar Imbau Kepala Daerah Izinkan Shalat Idul Fitri bagi Wilayah Selain Zona Merah

KOTA BANDUNG, Beritapublik.co.id – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum mengimbau Bupati/Wali Kota Daerah selain Zona Merah guna mengizinkan warganya melakukan salat Idul Fitri 1441 H berjamaah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Adapun dalam rapat melalui video conference bersama 27 bupati/wali kota dari Gedung Pakuan, Sabtu, (16/5).

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, Jabar akan memiliki lima level kewaspadaan setelah evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Provinsi pada Rabu, (20/5).

Lima level tersebut yakni, Level 5 atau Zona Hitam (Kritis), Level 4 atau Zona Merah (Berat) yakni kondisi PSBB saat ini, Level 3 atau Zona Kuning (Cukup Berat), Level 2 atau Zona Biru (Moderat) menunjukkan wilayah yang perlu melaksanakan physical distancing, dan Level 1 atau Zona Hijau (Rendah) yakni kondisi normal.

Kang Uu berharap, Bupati/Wali kota mengizinkan mulai tingkat desa/kelurahan untuk menggelar salat Idulfitri jika hasil kajian ilmiah oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar disebutkan bahwa daerah tersebut bukan Zona Merah.

“Tetapi sekalipun diberikan kebebasan (Shalat Idul Fitri), tetap ada aturan dan syarat tertentu. Misalnya tidak salaman, khotbah tidak terlalu panjang, pakai masker, tempat duduknya tidak berdekatan, dan cuci tangan seperti biasa tetap dilaksanakan,” ujar Kang Uu di Kota Bandung, Minggu, (17/5).

“Intinya hasil dari PSBB (tingkat provinsi) ini ada progres yang sangat baik, berita gembira secara keseluruhan,” tuturnya.

Sosok yang juga Panglima Santri Jabar ini menambahkan, Shalat Idul Fitri merupakan salat sunah yang muakad dan dilakukan berjamaah sebagai bagian dari tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari warga Indonesia termasuk Jabar.

Namun, Kang Uu menegaskan bahwa, izin melakukan salat Idulfitri di tengah pandemi ini hanya diberikan bagi daerah di luar Zona Merah.

BACA JUGA :  Menko Luhut : Indonesia Berharap Out Put IMF-WB Signifikan Bagi Ekonomi Dunia

Untuk umat Islam di Zona Merah atau tren kasus COVID-19 belum melandai, dapat melaksanakan salat Idulfitri di rumah, baik berjamaah maupun sendiri (munfarid) sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idulfitri saat Pandemi COVID-19.

“Kalau wilayah yang masih (zona) merah, harapan kami sesuai dengan arahan dari Bapak Gubernur tetap melaksanakan itu (aturan PSBB dan fatwa MUI),” kata Kang Uu.

Kang Uu menjelaskan bahwa, pihaknya selalu berkonsultasi dengan MUI Jabar dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan agama.

“Mari bergandengan tangan dengan pemerintah. Yakinkan tidak ada instruksi pemerintah untuk menyengsarakan rakyat, (tetapi) semuanya demi kemaslahatan dan kebermanfaatan rakyat itu sendiri,” pungkasnya. (Nia/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed