oleh

Heboh, Sudah Tiga Hari Stok Daging Sapi Hilang di Pasar Tradisional Kota Bekasi

KOTA BEKASI Beritapublik.co.id – Kota Bekasi mengalami kelangkaan daging sapi, hal tersebut dikarenakan mogok dagang masal oleh Pelaku Usaha Daging Sapi di bawah naungan APDI (Asosiasi Pedagang Daging Indonesia) Kota Bekasi (21/1).

APDI (Asosiasi Pedagang Dagang Indonesia)  yang berlokasi di Jl. Teratai Putih Raya No. 104 Perumnas Klender Kel. Melaka Sari Kec. Duren Sawit Jakarta Timur, APDI sendiri menaungi seluruh pedagang dan pemotong (rumah potong) sapi yang berada di Jabodetabek.

Pantauan beritapublik.co.id di salah satu pasar Kota Bekasi, Pasar Jatiasih mendapatkan sekitar 16 (enam belas) lapak pedagang daging melakukan aksi mogok dagang.

Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah)/ Pengelola Pasar Jati Asih, Irma, saat ditemui membenarkan terkait mogok dagang yang dilakukan para pedagang daging sapi di Pasar Jatiasih.

Lanjutnya, pihaknya mengetahui informasi tersebut (mogok dagang) via grup WhatsApp, selama tiga hari dan hari ini (mogok dagang), tapi secara jelas alasan mereka melatarbelakangi mogok dagang saya tidak mengetahui, pasalnya mereka memiliki paguyuban (asosiasi) seperti itu.

“Paguyuban lebih mengetahui, semoga kejadian ini tidak terlalu lama, jadi masyarakat secara primer kebutuhannya dapat tercukupi,” kata Irma.

Sebelumnya, harga normal daging sapi di Pasar Tradisional Kota Bekasi yaitu, Rp1.20.000, rupiah per 1 (satu) kilogramnya, Namun, kelangkaan daging sapi seperti ini membuat harga menjadi dua kali lipat dari harga normal.

Sementara itu, Pedagang Daging Sapi yang biasa berjualan di Pasar Jatiasih, Aji mengaku, pihaknya beserta pedagang yang lain di Pasar Jatiasih melaksanakan aksi mogok dagang mulai dari Selasa, (19/1) hingga Kamis, (21/1).

Menurut Aji, alasan mogok dagang beserta pedang lain, bukannya tidak mau berdagang, pasalnya dari rumah potong tersebut saat ini daging sapi menjadi, meskipun harganya mahal, namun pihaknya bingung untuk menjualnya.

“Saya berharap kepada pemerintah dapat membantu Pedagang Daging dan Rumah Potong agar kebutuhan sapi potong terpenuhi dan harga dapat dijangkau oleh masyarakat, sehingga sebagai pedagang dilihat dari segi ekonomi bisa kembali stabil, apalagi dalam situasi pandemi seperti ini, dagang menjadi susah,” pinta Aji.

Di Tempat Terpisah, Pedagang Bakso Keliling, Slamet mengaku, pihaknya selalu menggunakan daging sapi sebagai bahan dasarnya. “Kami sudah beberapa hari ini  bingung, untuk mencari bahan baku  seperti daging sapi, karena dibeberapa tempat stok daging sapi saat ini kosong, terpaksa daripada tidak dagang dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dirinya membeli bakso yang sudah jadi di Supermarket sehingga harga menjadi mahal, semoga kejadian ini tidak berlangsung lama dan pemerintah bisa ikut langsung mencarikan solusi. Kita rakyat kecil yang tidak bisa apa-apa, hanya bisa dagang doang mas,” keluhnya. (Aha/ Len)

BACA JUGA :  Laz Ucare Indonesia Distribusi Power Qurban

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed