oleh

Geruduk Gedung Rakyat, Ketua DPRD diberi Hadiah Sebuah Keranda Mayat

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Forkom PMII (Forum Aliansi Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) geruduk kantor DPRD Kota dengan membawa keranda mayat sebagai bentuk simbolisasi matinya Demokrasi di Indonesia dan ketidak berpihakan wakil rakyat kepada rakyatnya khusunya para kaum buruh.

Ketua Forkom PMII Bekasi, Adrianto mendesak pemerintah dan DPRD Kota Bekasi untuk melakukan yudisial review terhadap UU Cipta Kerja agar disampaikan kelevel lebih tinggi.

“Dalam beberapa pasal, kami melihat berpotensi merusak iklim investasi Indonesia, karena tidak berpihak pada lingkungan dan juga mengancam kelangsungan hidup kaum petani, karena dalam Pasal 122 angka 1, sehingga Undang-Undang Cipta Kerja akan menghapus Pasal 44 ayat 3 dari Undang-Undang No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian,” keluh Jendral Lapangan Adrianto saat menyampaikan orasinya didepan gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (16/10).

Lebih lanjut disampaikannya, bila dibiarkan begitu saja akan memperparah konflik agraria, memperbesar ketimpangan kepemilikan lahan, pendidikan yang semakin mahal dengan komersialisasi pendidikan didalamnya dan praktik penggusuran demi investasi dan mencederai hak tanah adat.

Dari pantauan Beritapublik.co.id dilapangan, tampak kondisi mulai memanas, tidak selang beberapa lama akhirnya para pendemo ditemui Haeri Parani perwakilan DPRD Kota Bekasi dari komisi IV Fraksi Partai Demokrat untuk melakukan dialog.

“Saya sangat mengapresiasi tuntutan adik-adik mahasiswa pada kali ini, khususnya dengan cara yang baik seperti ini (tidak anarkis), dan besok akan saya sampaikan kepada Ketua DPRD Kota Bekasi, agar disampaikan langsung ke DPR RI dan didengar langsung oleh bapak Presiden (bapak Jokowi),” janjinya saat dialog sembati duduk lesehan dengan para mahasiswa. (Nia/Cr)

BACA JUGA :  Pegawai Sekretariat DPRD Kota Bekasi Work From Home

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed