oleh

Brigjen TNI Kemal Hendrayadi, Sabet Penghargaan Dalam dan Luar Negeri

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Brigadir Jenderal TNI, Kemal Hendrayadi namanya. Putra ke-4 dari pasangan H. Tasmin Salam dan Hj. Zaenab merupakan cucu dari Ulama Islam sekaligus Pejuang Kemerdekaan asal Bekasi, KH. Abdul Hamid.

Lahir di Bogor, pada 16 Juni 1963, Brigjen Kemal ternyata banyak mendapatkan tanda kehormatan dari berbagai penugasan-penugasan operasi luar dan dalam negeri.

Penghargaan yang pernah ia raih antara lain, The Philiphine Legion of Honor, The Philipine Presidensial unit Citation badge, OIC Medal, LAF Medal Libanon, United Nation Medal, SL.Santi Dharma XVII dan XXIII hingga Veteran Perdamaian Republik Indonesia karena atas prestasinya dalam keterlibatannya berbagai misi perdamaian dunia.

Sedangkan penghargaan Negara yang diperoleh atas berbagai penugasan dalam negeri itu di wilayah konflik, seperti di Timor Timur, Papua hingga Nanggroe Aceh Darussalam dan beberapa trouble spot di Tanah air lainnya. Misalnya, penghargaan negara dalam penugasan pendidikan dan latihan, diantaranya, SL.Seroja, SL. GOM X, SL.Wira Nusa, SL.Wira Dharma, SL.Dharma Nusa, SL. Dwidya Sista, SL.Kesetiaan VIII,XVI dan XXIV tahun, Bintang KEP Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, SL Dharma Bantala hingga SL.Veteran Perdamaian.

Suami dari Hj. Umi Kulsum yang dikaruniai empat orang anak itu mengawali karir militernya sejak lulus dari Akademi Militer Angkatan Darat pada tahun 1988.

Setelah lulus dan menempuh Pendidikan kecabangan SUSSARCAB Infanteri, ia dilantik sebagai Perwira TNI AD dengan pangkat Letda dan ditunjuk sebagai DANTON YONIF 507 (YONIF RAIDER 500). Diawal masa baktinya, ia lantas ditugaskan dalam Operasi Timor Timur pada tahun 1990.

Lebih dari satu tahun dirinya berada disana, dan tergabung dalam satuan penugasan operasi Batalyon 511 di Blitar.

BACA JUGA :  DPRD Kota Bekasi Minta PD Migas dan Foster Hentikan Proyek Pengeboran Potensi Gas di Sumur JNG-4

Selesai melaksanakan tugasnya, pada tahun 1992 ia kembali. Dan dilantik menjadi Lettu setelah kepulangannya dari penugasan operasi Timor Timur.

Karirnya seakan melonjak pesat. Hal itu dilihat dari Penghargaan STUDENT OF MERIT yang dianugerahkan kepadanya oleh Angkatan Bersenjata Australia saat Ia menjadi salah satu peserta didik terbaik Combat Instructor Course di Australia pada tahun 1994. Dan di tahun yang sama pula Ia menjabat sebagai DANKI dan KASI-2/OPS YONIF 511.

Setahun berselang, nasib baik pun menghampirinya lagi. Pada tahun 1995 ia kembali dilantik sebagai Kapten TNI AD dan ditugaskan sebagai Staf MILOBS KONGA XVII B Philippina dibawah pimpinan Brigjen Kivlan Zein.

Setelah dilantik menjadi Kapten, dirinya melanjutkan pendidikan kembali. Ia sempat menduduki beberapa jabatan staf Operasi dan Latihan di satuan-satuan hingga ia dilantik sebagai Mayor INF dengan menempati jabatan sebagai Wadanyon 751/VJS Raider di Sentani Papua pada tahun 1999.

Bersamaan dengan masa jabatannya ini, Ia mengaku tergabung dalam operasi Rajawali Yakhti Irian Jaya serta menjalani penugasan Indonesia – Papua Niugini Join Border Area Security.

Pada tahun 2001, Ia terlibat langsung pada pengamanan saat terjadinya kerusuhan di sekitar wilyah Jayapura dan Sentani akibat meninggalnya Theys Eluay, salah seorang Tokoh Masyarakat Papua.

Setelah tugasnya selesai, Ia pun kembali menjalani pendidikan Sekolah Staf dan Komando TNI AD pada tahun 2002. Dan ia juga menjabat di Lingkungan Pendidikan Akademi Militer sebagai Kabag Sdirbindik Akmil hingga Pjs.Komandan Batalyon Taruna.

Pada tahun 2003, Ia kembali terpilih sebagai salah satu peserta didik pada Cadet Exchange Program dengan Australia.

Setahun berselang, pada 2004 Tour of duty dan tour of Area dijalaninya hingga pangkatnya naik menjadi Letnan Kolonel TNI AD dengan menjabat sebagai Danyonif 725/WRG di lingkungan Kodam VII WIRABUANA di Wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Alfamart Salurkan Paket Bingkisan kepada Purnabakti Guru di Dua Sekolah

Tidak berhenti disitu, pada tahun 2005 dirinya kembali menjalani tugas operasi militer di Nanggroe Aceh Darussalam sebagai Dansatgas Yonif 725 dengan tanggung jawab wilayah operasi Sawang Lhokseumawe, Aceh Utara.

 

“Alhamdulillah pengalaman saya cukup lengkap. Dari awal karir saya, kalau penempatan saya di daerah-daerah konflik di Indonesia, hampir sudah saya alami semua. Mulai dari Timor Timur (1990), Papua (1997), Nanggroe Aceh Darussalam (2005), dan kemudian penugasan-penugasan di luar negeri seperti Philiphines (1995), PNG (1997) dan Libanon (2013),” ungkap Jendral Bintang Satu itu.

 

Ia juga menceritakan, Selepas operasi militernya itu, pada tahun 2006 Ia menjabat sebagai DANSECATA B RINDAM VII/WRB, dan selanjutnya menjabat sebagai DANDIM 1422/MAROS Sulawesi Selatan di tahun 2008.

Terhitung sejak 2009 hingga 2011, ia ditugaskan kembali dalam beberapa penugasan militer terkait pendidikan dan latihan gabungan luar negeri baik di regional Asean ataupun Non Asean. Saat itu, dirinya tengah menduduki jabatan sebagai PABANDYA-3/LATMA GAB SOPSAD.

Pihaknya juga kembali mendapat promosi pangkat menjadi Kolonel TNI AD, dengan menjabat sebagai ASOPS KASDAM XVII/Cendrawasih pada 2011 dan ditahun yang sama pula, Ia turut tergabung dalam OPS Tameng Panah, OPS Simpul Panah dan OPS Pagar Panah di wilayah Kab.Puncak Jaya dan sekitarnya.

Sepanjang perjalanan karirnya dalam operasi militer diberbagai penjuru tanah air maupun luar negeri, dan rutinitas kesibukannya setiap hari, siap sangka kalau dirinya pun pernah menjadi Dosen Madya SESKOAD pada tahun 2012 dan berkesempatan dipercaya untuk mengikuti Staff College Exchange Singapura.

Hingga pada 2013, dirinya menjabat sebagai PATUN KORSIS lalu kemudian terpilih mengikuti Pendidikan United Nations Contingent Commander Course di Bangladesh.

Alhasil, pada tahun 2014 dirinya dipercaya menjabat sebagai DEPUTY COMMANDER OF SECTOR EAST UNIFIL LEBANON Contingent GARUDA XXIII-H yang membawahi tujuh negara dengan Mainbody dari Angkatan bersenjata Spanyol, dalam penugasan operasi Pemelihara Perdamaian Dunia, Peacekeeping Operation di Lebanon.

BACA JUGA :  Akibat Cekcok Mulut Via Medsos, Nyawa Melayang

Berkat tangan dinginnya, Kariernya terus berlanjut sebagai PABAN V/KERMAMIL SOPSAD sepulangnya dari penugasan Lebanon di tahun 2015 dan kembali menggeluti penugasan Latihan bersama dengan berbagai negara Asean dan Non Asean.

Pada tahun 2016 karirnya semakin gemilang, ia menduduki jabatan sebagai Wakapuskersin TNI serta mengikuti penugasan penugasan luar negeri dalam wadah ADMM (ASEAN DEFENCE MINISTER MEETING) di beberapa negara Asean Bersama Menteri Pertahanan Republik Indonesia, yang pada saat itu dijabat oleh Jenderal TNI Purn. Ryamizard Ryacudu.

Tidak berhenti sampai disitu, kesempatan terbaik menghampirinya lagi. Berkat disiplin, semangat pantang menyerah, dan kerja keras, pada tahun 2020 Ia mendapat promosi pangkat Brigjen dan dipercaya menempati jabatan Waaslat Kasad Bidang Renlat hingga sekarang. (Nil/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed