oleh

Muhammad Nuh : Kabupaten Bekasi Harus Tingkatkan Produktivitas Rumah Tangga

CIKARANG, Beritapublik.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi akan lebih mengoptimalkan potensi sumber daya daerah yang dimiliki agar tercipta rumah tangga yang nyaman dan baik di masa pandemi Cikarang Jumat, (5/2).

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bekasi H. Muhammad Nuh, dari Partai Keadilan Sejahtera ketika ditemui beritapublik.co.id di ruang kerjanya memaparkan, akan meningkatkan peran DPRD Kabupaten Bekasi sebagai lembaga legislatif untuk memprioritaskan sektor ekonomi produktif di masa pandemi, Rabu (3/2).

“Berbicara soal fungsi kepemerintahan, sebagai wakil rakyat, paling tidak harus bisa membaca dan mendeteksi berdasarkan keluhan (aduan) masyarakat, di awal 2021 ini saya sebagai wakil rakyat, tentunya mengikuti dan selalu mengawasi Pemkab kabupaten Bekasi (bupati),” kata pria yang akrab disapa Nuh ini.

Kabupaten Bekasi sendiri memiliki luas wilayah mencapai 127.388 Ha dengan jumlah penduduk sekitar 2.753.961 jiwa, sehingga rata-rata kepadatan penduduk sebesar 2.862 jiwa per Km².

Kecamatan yang paling luas yaitu kecamatan Muaragembong (14.009 Ha) atau 11 % dari luas kabupaten. Sedangkan wilayah yang paling padat penduduknya adalah kecamatan Tambun Selatan (10.083 jiwa per km²), sedangkan yang paling rendah kepadatannya merupakan Kecamatan Muaragembong (254 jiwa per km²).

Menurut H. Muhammad Nuh, saat ini kabupaten Bekasi memiliki tiga prioritas sektor pembangunan yang difokuskan kepada masyarakat di kabupaten Bekasi. Tiga prioritas tersebut meliputi ketersedian air bersih, pengelolaan lingkungan yang bersih dan optimalisasi sumber daya daerah di kabupaten Bekasi yang lebih produktif.

“Ketersediaan air bersih, pengelolaan lingkungan yang bersih itu, harus mampu tercapai di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa agar nyaman dan baik, nyaman menurut saya adalah infrastruktur rumah tangga harus terkontrol dan tercover dengan baik, karena saya beranggapan kehidupan di lingkungan rumah tangga  itu produktif, nah produktif yang saya maksud, ialah ketika persoalan utama tersebut terselesaikan dan tidak produktif ialah ketika persoalan utamanya tidak terselaikan, seperti halnya ketersediaan air bersih, kalo air bersih tersedia, kan masyarakat bisa beraktivitas dengan baik, kemudian soal kebersihan lingkungan (sampah), harus ada pengelolaan yang baik juga, baik dari segi sistem mau pun teknologi, jadi jangan ditumpuk terus (sampah), intinya jangan menempatkan orang yang tidak paham lingkungan, di suruh mengurus lingkungan, the right man the right place intinya begitu,” tegas Muhammad Nuh.

BACA JUGA :  Di Akhir Massa Jabatan Walikota Bekasi Lantik Eselon II Dan III

Lebih lanjut Muhammad Nuh berharap Kabupaten Bekasi harus berani mengoptimalisasi potensi yang dimiliki daerah dengan kreativitas agar PAD (pendapatan anggaran daerah) meningkat, “Kabupaten Bekasi memiliki sumur gas, sebanyak 13 sumur, lebih banyak dibandingkan Kota Bekasi dan Kota Depok, belum terlalu dioptimalkan sampai saat ini, maka diperlukan sebuah ketelitian dan kemengertian apa yang harus dan apa yang bisa dikerjakan oleh Pemkab Bekasi,”  paparnya.

“Harapan masyarakat khususnya di kabupaten Bekasi ialah agar kehidupan di internal rumah tangga (kecamatan, kelurahan dan desa) memiliki kehidupan yang nyaman, bila mereka bisa hidup nyaman sudah pasti akan lebih produktif”, pungkasnya. (Aha/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed