oleh

KAMMI Kecam KPK Terbitkan SP3 Untuk Tersangka Koruptor Kelas Kakap Kasus BLBI

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Pjs Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI Susanto Triyogo mengecam tindakan KPK yang mengeluarkan SP3 (Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan) kepada koruptor kelas kakap, Syamsul Nursalim atas kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang merugikan negara triliunan rupiah.

“Kami sejak awal telah menolak revisi UU KPK pada 2019 silam yang dibuat oleh Pemerintah dan DPR. Sekarang kekhawatiran kami itu telah terbukti bahwa KPK telah menerbitkan SP3 untuk kasus koruptor kelas kakap dengan tersangka Syamsul Nursalim. Oleh karena itu, KAMMI mengecam tindakan oknum pimpinan KPK yang ikut memuluskan kerugian negara,” kata Susanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/04).

“KAMMI meminta DPR RI, khususnya Komisi III agar segera memanggil pimpinan KPK untuk menjelaskan perihal SP3 terhadap buronan BLBI. Jangan sampai kekecewaan masyarakat Indonesia menyebabkan distrust dan tidak percaya lagi terhadap Pemerintah,” Tambahnya.

Selain itu, KAMMI mendesak Pemerintah menjalankan komitmen pemerintahan yang anti korupsi dan berani membongkar kasus-kasus besar yang mangkrak dan tidak hanya mengurus infrastruktur mangkrak saja yang diurus.

“KAMMI juga mendesak agar pemerintah berkomitmen menjalankan tugasnya dalam memberantas korupsi serta berani membongkar kasus-kasus yang besar dalam merugikan negara. Apalagi pandemi covid-19 yang banyak menghabiskan APBN, harapannya dari semua kasus yang dibongkar nanti bisa membantu negara dalam pemulihan ekonomi nasional,” tegas Susanto.

Sebelumnya, Syamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Syamsul Nursalim sudah pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus BLBI pada Februari 2019. Namun oleh pimpinan KPK saat ini, Pertama dalam sejarah SP3 diberikan kepada buronan kasus BLBI. Adapun kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus BLBI ini sebesar Rp. 4,58 Triliun. (**)

BACA JUGA :  Hasil Survey KedaiKOPI, Munculkan 3 Nama Teratas Menuju Bekasi Satu

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed