oleh

Kasipemtrantibum Kelurahan Perwira Gencar Turun Vaksinasi Warga

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Kota Bekasi terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi kepada warganya. Hampir semua wilayah sudah diangka 80 persen warga yang sudah di vaksinasi. Salah satu Kelurahan yang terus giat dan gencar melaksanakan vaksinasi yaitu Kelurahan Perwira Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi.

Kepala Kasipemtrantibum Kelurahan Perwira, Sulaiman menuturkan dirinya bersama seluruh jajaran di wilayah kelurahan di bantu oleh ketua RW dan RT setempat terus memaksimalkan angka warga yang di vaksin.

“Kami terus berupaya mengajak seluruh warga Kelurahan Perwira untuk melakukan vaksin. Dan untuk memaksimalkan vaksinasi kami turun melakukan penempelan stiker bagi warga yang belum di vaksin,” ucap Sule sapaan akrabnya pada Sabtu (23/10).

Selain itu pihaknya, lanjut Sule bekerjasama dengan Puskesmas setempat melakukan jemput bola dengan giat vaksin mobile yang dilakukan door to door ke rumah warga.

“Vaksin ini penting, jadi kami selalu ingatkan kepada warga bahwa untuk terlepas dari pandemi kita harus memiliki herd immunity (kekebalan kelompok),” kata dia.

Kelurahan Perwira sendiri, tambah Sule memiliki jumlah penduduk 37.818 jiwa. Sedangkan untuk warga yang wajib vaksin berjumlah 27.954 jiwa.

“Saat ini terhitung tanggal 21 Oktober kami sudah mencapai angka 80,11 persen dari angka wajib vaksin yaitu kurang lebih 22.393 jiwa yang sudah di vaksin,” jelasnya.

Masih terdapat kurang lebih 5.561 jiwa yang belum di vaksin. Hal ini kata Sule terus digencarkan baik dengan vaksin mobile ke rumah-rumah warga maupun dengan proses penempelan stiker untuk memudahkan petugas kepada mereka yang belum di vaksin.

“Dari 9.500 stiker yang kami terima, kami sudah pasang 3.200 stiker di rumah warga yang belum di vaksin,” bebernya.

BACA JUGA :  Aksi Peduli, HDCI Kota Bekasi Berikan Bantuan Bagi Korban Terdampak Banjir

Dalam proses jemput bola di rumah-rumah warga, diakui oleh Sule mereka yang belum di vaksin bukan karena menolak vaksin, namun kata dia warga yang belum di vaksin karena beralasan memiliki penyakit bawaan atau kormobid, orang lanjut usia atau manula, serta memilili tensi darah yang tinggi.

“Untuk itu kami terus berkoordinasi dengan pihak puskesmas guna mencari solusi agar mereka yang belum di vaksin karena alasan tadi apakah tetap bisa di vaksin setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter,” jelasnya lagi.

Sebagai aparatur pemerintah, Sule beserta jajarannya tetap menggingatkan penerapan protokol kesehatan meski angka vaksin terus meningkat.

“Vaksin tentunya sebagai ikhtiar kita bersama untuk keluar dari pandemi. Namun saya kembali menggingatkan kepada seluruh warga Perwira agar tetap patuh terhadap Protokol Kesehatan yang ketat dengan memakai masker, mencuci tangan, dan kurangi berkerumun serta mobilitas,” pungkasnya. (Ndi/Ben).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed