oleh

HMI Gelar Seminar Nasional, Pro dan Kontra Permendikbud Ristek Tentang PPKS

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi atau Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi menuai pro dan kontra dari berbagai elemen.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Bhayangkara dan Komisariat Insan Cita Cabang Bekasi menggelar Seminar Nasional dengan tema “Kupas Tuntas Permendikbud Ristek No. 30 Tahun 2021” yang menghadirkan beberapa Narasumber berkompeten di bidangnya.

“Pendidikan di Indonesia memanglah sangat beranekaragam permasalahannya, hadirnya kita disini harus mampu memberikan solusi dari setiap permasalahan pendidikan yang sedang kita alami, dari diskusi hari ini harus berani bersuara dan memberikan ide serta gagasan yang sifatnya membangun,” kata Direktur BAKORNAS LAPENMI PB HMI, Abdul Latip dihadapan para peserta seminar di Graha Kartika Wulan Sari, Sabtu (25/12).

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa sebagai anak muda dan juga mahasiswa harus berani dan tegas bersuara serta menyampaikan ide gagasannya mengenai kekerasan seksual di ranah perguruan tinggi.

“Sudah saatnya kita dengan tegas dan berani menyuarakan permasalahan tentang adanya kekerasan seksual di ranah perguruan tinggi, agar semua elemen dapat mendengar dan memperhatikan permasalahan serius ini,” ujarnya.

Abdul Latif yang juga menjadi Keynot Speaker pada seminar nasional ini menjelaskan, Perguruan tinggi dalam hal ini dunia pendidikan haruslah memberikan rasa nyaman dan aman bagi kita semua.

Sekedar diketahui, kegiatan Seminar Nasional dihadiri dari berbagai organisasi dan komunitas Pemuda serta Mahasiswa yang ada diruang di Kota Bekasi. (Ndi/AL)

BACA JUGA :  Meski Akhir Pekan, Tri Adhianto Penuhi Undangan Senam Bersama Warga

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed