BOGOR, Beritapublik.co.id – Forum Gerebek Indonesia bersama Rachma Foundation berikan bantuan dan logistik bagi para korban bencana banjir bandang di Kabupaten Bogor, Rabu (27/06).
Ketua Forum Gerebek Indonesia, Agus Wildan Setiawan, mengatakan bahwa Forum Gerebek Indonesia sejak hari pertama terjadinya banjir bandang, telah terjun membantu masyarakat terdampak bencana dengan mengirimkan tim dari Al Ummahat peduli, Repotin, Al-ikhwan foundation untuk membantu evakuasi warga.
“Selain membantu evakuasi, kami juga dengan seluruh member Forum Gerebek Indonesia memberikan bantuan logistik (makanan) dan bantuan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak,” kata Kang Wildan, panggilan akrab Ketua Forum Gerebek Indonesia.
Menurut Kang Wildan, selain bantuan berupa logistik barang kebutuhan masyarakat, bantuan juga berupa bimbingan pasca trauma (recovery) masyarakat.
“Semoga bantuan yang diberikan para donatur dapat bermanfaat dan membawa keberkahan bagi para donatur dan kita semua,” harap Kang Wildan.
Menurutnya, dengan status siaga, Desa Kutasari Kecamatan Lemah Abang dan juga Kecamatan Pamijahan masih membutuhkan bantuan dari masyarakat selain bantuan berupa makanan. Seperti obat-obatan, sabun untuk membersihkan rumah, bahkan buku dan seragam sekolah.
Sementara itu, salah satu anggota IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat), Lia Muliati menjelaskan sebanyak 177 KK harus diungsikan akibat banjir bandang yang melanda desa Kutasari Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.
“Banjir bandang menyebabkan beberapa tempat di desa Kutasari mengalami longsor dan merubuhkan 8 (delapan) rumah hanyut terbawa arus banjir bandang. Warga desa pun, sebanyak 4 (empat) orang sempat terbawa arus dan berhasil diselamatkan,” ucapnya.
Lebih lanjut saat ditanyakan bagaimana perhatian pemerintah? Dikatakannya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat telah datang dan memberikan bantuan sosial berupa sandang dan pangan serta uang senilai 500 juta rupiah untuk Kecamatan Leuwiliang dan Kecamatan Pamijahan.
“Namun kegunaan keuangannya belum diketahui untuk apanya. Karena kerugian masyarakat berbeda-beda,” ungkapnya.. (Ndi/Ks)











Komentar