oleh

Puskesmas Jatiranggon Terus Sosialisasikan Hidup Sehat di Masyarakat

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id– Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Jatiranggon terus berupaya mensosialisasikan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat di wilayah kerja mereka.

Sosialisasi dilakukan mengingat penerapan PHBS dirasa belum maskimal di tengah masyarakat kendati tingkat pengetahuan masyarakat terhadap PHBS bisa dikatakan baik.

Belum maskimalnya penerapan PHBS dikarenakan banyak warga yang masih melupakan penerapan PHBS itu sendiri seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta masih banyak keluarga perokok aktif dan penerapan lainnya yang masih kurang.

Oleh karena itu, pihak Puskesmas Jatiranggon terus melakukan kegiatan-kegiatan penyeluhan kepada warga termasuk ke sekolah-sekolah dan tempat umum sebagai upaya menggemakan gerakan hidup sehat.

“Sosialisasi tentang hidup sehat terus kita lakukan tujuannya agar meningkatkan drajat kesehatan masyarakat Kelurahan Jatiranggon,” kata Kepala UPTD Puskesmas Jatiranggon, Kartini Ekowati kepada Beritapublik.co.id, baru-baru ini.

Selain sosialisasi, beragam upaya lain juga dilakukan salah satunya, melakukan pembuatan klinik sanitasi dan klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM).

“Program ini ditangani oleh bidang kesling bekerjasama dengan promosi kesehatan dan bidang lansia,” kata wanita yang akrab disapa Bidan Eko.

Tak hanya mensosialisasikan PHBS, di tengah musim penghujan seperti saat ini, pihak Puskesmas Jatiranggon juga melakukan sosialsasi kepada warga terhadap penyakit-penyakit yang biasanya mewabah di musim penghujan salah satunya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), common cold, thypoid.

“Penyuluhan kami lakukan baik di dalam dan di luar gedung tentang pentingnya PHBS dan waspada terhadap penyakit DBD, common cold serta thypoid,” terang Eko.

Puskesmas Jatiranggon juga melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 kendati animo masyarakat di wilayah kerja mereka terhadap vaksin masih kurang. Terbukti, masih banyak warga belum melakukan booster.

BACA JUGA :  Minim APD, Petugas Medis di Puskesmas Bandung Minta Perhatian Pemerintah

Namun demikian, pihak Puskesmas Jatiranggon tidak henti-hentinya mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 termasuk dengan menghimbau agar warga menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, Puskesmas Jatiranggon sampai mengajari warga di wilayah kerja mereka untuk mengelola limbah masker dengan baik.

“Animonya tidak terlalu tinggi, karena orang vaksin karena keperluan untuk bepergian atau urusan kerja. Bukan dari kesadaran diri sendiri bahwa vaksin itu penting,” kata Eko.

Puskesmas Jatiranggon juga melakukan program vaksinasi atau imunisasi pada anak meskipun targetnya belum maskimal. Sebab banyak orangtua yang masih belum percaya dengan keamanan imunisasi secara multiple injection.

“Untuk imunisasi rutin masih rendah karna sekarang pada bayi banyak dilakukan multiple injection yang membuat orangtua khawatir dan belum percaya dengan keamanannya,” jelas Eko.

Sejumlah inovasi juga ditelurkan Puskesmas Jatiranggon diantaranya,  Sicepat Manis (Screning Cegah Penyakit Tidak Menuluar Mengatasi Penyakit Kronis). Inovasi ini dilatarbelakangi kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan di faskes dan juga ketidakpatuhan penderita penyakit degenerative minum obat secara teratur.

“Tujuan dari inovasi ini yaitu meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM dan memberdayakan gaya hidup sehat di masyarakat,”  paparnya.

Puskesmas Jatiranggon juga memiliki sejumlah layanan kesehatan rutin di dalam gedung yang bisa didapat masyarakat diantaranya, poli umum, poli gigi, poli lansia, poli anak, poli KIA, poli imunisasi, poli KB, laboratoriym dan juga farmasi.

Sementara dalam menjalankan tugas sehari-hari yakni memberikan pelayanan bagi masyarakat, Puskesmas Jatiranggon memiliki jumlah SDM sebanyak 26 orang.

Kendala juga masih dihadapi dalam membrikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dimulai dari kurangnya fasilitas, kurangnya kelengkapan di farmasi Puskesmas yang membuat pemberian obat pada pasein kurang maksimal hingga kurangnya fasilitas IT yang mempermudah pekerjaan di era BPJS.

BACA JUGA :  Mengenal RS Siloam Bekasi Timur

Masih minimnya pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan dan keikutsertaan masyarakat dalam beberpa program kesehatan yang diadakan juga menjadi tantangan tersendiri Puskesmas Jatiranggon.

“Tentu masih banyak kendala baik internal maupun eksternal. Namun itu semua tidak membuat upaya kami memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi berkurang. Kami terus berupaya memberikan yang terbaik,” pungkasnya. (Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed