KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Unit Pelayanan Teknis (UPTD) Puskesmas Jatiwarna terus menggencarkan upaya pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah masyarakat khusunya di wilayah keja Puskesmas Jatiwarna.
Menurut Kepala UPTD Puskesmas Jatiwarna, Tjahjaningati mengatakan, sejumlah upaya untuk memberantas DBD terus dilakukan mulai dari melakukan penyuluhan tentang pola hidup sehat khususnya kebersihan lingkungan rumah dan cara memberantas jentik nyamuk.
Tak hanya itu, pihak Puskesmas juga melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan memberikan himbauan kepada masyarakat melalui kader, RT dan RW, kelurahan untuk rutin kerja bakti dan memberantas sarang nyamuk.
Puskesmas Jatiwarna juga melakukan pemeriksaan jentik berkala di wilayah kerja mereka hingga melakukan Penyelidikan Epidemilogi (PE) di wilayah yang melaporkan bila ada kasus DBB.
Fogging juga dilakukan dengan tujuan untuk mengendalikan vektor penyakit, terutama nyamuk ketika pada kegiatan PE hasilnya disimpulkan beberapa rumah ditemui adanya jentik dan atau anggota rumah yang sakit.
“Kita upayakan agar DBD bisa kita atasi sehingga tidak ada warga yang sampai terserang DBD di wilah kerja Puskesmas Jatiwarna,” kata Tjahjaningati, baru-baru ini.
Upaya-upaya yang telah Puskesmas Jatiwarna lakukan tidak sia-sia. Pada tahun 2022 ini misalnya, angka kasus DBD turun dibandingkan tahun lalu. Jika di tahun 2021 terdapat 79 kasus, saat ini hingga November tercatat kasus DBD sebanyak 43 kasus dengan jumlah kasus terbanyak ada di wilayah Kelurahan Jatimurni yaitu 27 kasus terlaporkan.
“Jumlah kasusnya cenderung menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Mudah-mudahan dengan upaya-upaya yang kita lakukan kasus DBD di wilayah kerja kami bisa terus menurun setiap tahunnya,” kata dia.
Ia juga menambahkan, bahwa selain pemberantasan DBD, Puskesmas Jatiwarna saat ini juga mengupayakan mencegah mewabahnya beberapa penyakit yang dimungkinkan muncul pada saat musim penghujan.
“Ada beberapa jenis penyakit saat musim hujan, Puskesmas Jatiwarna mencatat beberapa jenis penyakit yang dtemui saat musim hujan saat ini , sepertu infuenza, DBD, Tipoid sampai dengan Diare namum jumlahnya tidak ada meningkata secara signifikan,” kata dia.
Meski tidak ada peningkatan kasus secara signifikan akan tetapi, pihak Puskesmas Jatiwarna tetap waspada dengan mengambil sejumlah langkah seperti penyuluhan pola hidup bersih dan sehat baik individu maupun kelompok, memberikan informasi-informasi kesehatan melalui media informasi Puskesmas.
“Tetap kita himbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit-penyakit yang kerap ada saat musim penghujan tiba,” jelasnya.
Puskesmas Jatiwarna juga memiliki sejumlah layanan kesehatan bagi masyarakat yang bisa didapat diantaranya, rekam medis, poli umum, poli lansia, poli gigi, poli KIA/KB, ruang tindakan darurat, apotek, laboratorium, poli TB Paru, klinik KIP, Poned, layanan imunisasi, layanan antigen dan PCR.
“Sejumlah layanan bisa dapatkan masyarakat di Puskesmas Jatiwarna sesuai dengan Peraturan Mentri Kesehatan No.4 Tahun 2019 dan Peraturan Mentri Kesehatan Nomor 43 tahun 2019,” terangnya.
Belum lama ini, Puskesmas Jatiwarna berhasil mencapai angka imunisasi anak hingga 96 persen dari target 95 persen. Dalam proses pelaksanaan imunisasi ada sejumlah kendala yang dihadapi.
“Beberapa kendala diwilayah yang ditemui karena masih ada orangtua balita yang tidak bersedia untuk diberikan imunisasi ganda ( 2 jenis suntikan vaksin sekaligus ) sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Kurangnya informasi di media massa tentang program imunisasi,” tandasnya.
Sejauh ini dalam memberikan pelayan kesehatan kepada masyarakat, Puskesmas Jatiwarna juga dihadapkan pada sejumlah tantangan atau kendala.
Kendala tersebut mulai dari cakupan wilayah kerja yang terlalu besar meliputi tiga kelurahan yang tidak sebanding dengan jumlah petugas kesehatan. Belum lagi Kondisi bangunan puskesmas yang berada di wilayah rawan banjir juga kerap menghambat kinerja Puskesmas dan sejumlah kendala lainnya.
“Kalau kendala tentu ada, misalnya cakupan wilayah kerja kami yang terlalu luas tidak berimbang dengan jumlah SDM kita. Ini menjadi tantang bagi kami, belum lagi sejumlah masalah lain. Tapi kami tetap berusaha untuk menjalankan tugas dan fungsi kami sebagaimana mestinya,” pungkasnya.(Adv)










Komentar