JAKARTA, Beritapublik.co.id – Pertama Kali Dalam Sejarah DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) menjadi pondasi data yang akurat untuk pembuatan dan sekaligus implementasi Kebijakan di Pemerintahan Presiden Prabowo.
Hal tersebut dikatakan Seskab RI, Teddy Indra Wijaya saat memenuhi undangan dari Menteri Sosial.
“Percuma ada kebijakan jika tidak menggunakan data yang akurat. Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa, seluruh data sosial ekonomi telah dikumpulkan menjadi satu di BPS, yaitu melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Satu data, satu acuan, satu referensi bersama,” kata Seskab, sebagaimana dikutip, Jumat (14/11).
Teddy juga menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo salam hormat dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras membangun sistem data nasional yang terintegrasi ini. Karena lewat data yang akurat, keadilan sosial dapat benar-benar terwujud.
“Terima kasih Pak Mensos dan Ibu Kepala BPS atas kerja sama dan sinerginya, serta seluruh peserta Rakornas yang terus berkomitmen memperkuat fondasi data untuk Indonesia,” ujar Seskab menyampaikan pesan dari Presiden.
Saya berpesan sambungnya, kepada para Kepala Dinas Sosial serta Kepala BPS provinsi dan kabupaten/kota agar terus menjaga akurasi DTSEN. Mengapa? Agar program dan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Tidak boleh lagi ada data yang salah, tidak boleh ada yang terlewat, tidak ada lagi warga yang harusnya berhak menerima bantuan namun tidak terdata,” tukasnya.
Dalam sesi dialog, saya mendengar langsung beragam cerita dari perwakilan daerah di Aceh, Papua, NTT, dan Sulawesi Utara.
Ada yang bercerita tentang sulitnya akses ke daerah perbatasan, biaya transportasi tinggi, hingga tantangan menjangkau desa-desa terpencil.
“Semua menjadi pengingat betapa besar dan beragamnya Indonesia. Namun satu hal yang sama dari mereka semua: semangat untuk memastikan data Indonesia benar, akurat, dan adil bagi seluruh rakyat,” ungkapnya. (Ndi/Rs)









Komentar