oleh

Dianggap Menyerang Kepribadian, Debat Publik Putaran Kedua Berakhir Ricuh

KOTA BEKASI – Debat publik yang ke dua pasangan calon walikota dan wakil walikota Bekasi pada pilkada serentak menuai kekisruhan, lantaran salah satu paslon nomor urut dua melontarkan pertanyaan yang dianggap menyerang kepribadian paslon nomor urut satu.

Para pendukung paslon nomor urut satu sontak berteriak dan memaki saat paslon nomor urut dua yang sedang berbicara mengkritisi jawaban paslon nomor urut satu.

Suasana debat publik yang akhirnya tidak kondusif karena kericuhan yang terjadi.

Dari pantauan dilapangan, kericuhan bermula ketika memasuki sesi tanya jawab terhadap para kandidat paslon calon Wali Kota Bekasi, yang membahas soal keadaan bus trans patriot. Apalagi, Nur menyebut-nyebut soal KPK. Kemudian, Nur juga menanyakan tentang pencemaran lingkungan yang masih menjadi momok utama di Bekasi.

Nur menyesalkan, tanggapan Rahmat Effendi yang dinilai melempar tanggung jawab kepada bawahannya mengenai mandeknya sembilan bus trans patriot.

Lanjut Nur, pihaknya merasa jawaban Rahmat Effendi Kurang kurang memuaskan.

“Ilmu kepemimpinan yang kita ketahui, pemimpin seharusnya bertanggung jawab ke anak buahnya. Tidak melempar tanggung jawab ke anak buahnya dan saling mengandalkan saja,” keluh Nur, Kamis (3/5).

Sementara itu, merespon tanggapan dari Nur, Rahmat Effendi langsung bereaksi.

“Saya rasa ini langsung menyerang pribadi,” tegas Rahmat.

Pria yang akrab disapa Pepen ini merasa tersinggung dan merasa pihak Nur Supriyanto tengah menyerang pribadinya. Bahkan, para pendukung Rahmat Effendi yang hadir langsung spontan marah.

Pihak panitia juga meminta agar para pendukung yang hadir bisa kembali tenang dan situasi kondusif. (Nia)

BACA JUGA :  Forum Organisasi Daerah Bekasi Layangkan Surat Penolakan kepada Calon Wakil Bupati Bekasi

News Feed