oleh

Pemegang Kartu Sehat Ditolak Rumah Sakit di Bekasi

KOTA BEKASI – Seorang warga Gang Cemara Kampung Cakung Rt 02/012 Ranum (27) tahun, mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Kartika Husada yang berlokasi di Jalan Swatantra No. 72 Jatiasih, Kota Bekasi, lantaran Kartu Sehat (KS), ditolak oleh pihak rumah sakit.

Ranum menceritakan saat itu bahwa, tetangganya bernama Raisa (5) tahun merupakan Warga Kampung Cakung RT 002 RW 012 Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih. Raisa merupakan anak dari Ibu Dina, kondisinya panas, diketahui sang anak sudah sakit selama 4 hari. Kemudian dibawa ke dokter Banggas yang Praktek Dokter Spesialis anak di Graha Klinik. Namun, pihak dokter menyarankan untuk dibawa ke Rumah Sakit terdekat karena kondisi sang anak tersebut, pori-porinya sudah kering dan kulit serta pembuluh darah juga kering.

Setelah itu pasien segera dibawa ke RS Kartika Husada Jatiasih, dengan membawa Kartu Sehat. Ironisnya, sambutan awal kurang begitu baik pasalnya, sang pasien tidak dilayani sama sekali.

Kemudian Ranum dibantu Satpam di Rumah Sakit tersebut, akhirnya langsung menemui pihak dokter. Namun, sayangnya hasil periksa tidak sama dengan diagnosa dokter di Klinik Graha dengan RS Kartika Husada Jatiasih, pihak dokter hanya menjelaskan bahwa pasien hanya panas saja dan dialihkan untuk periksa kembali ke puskesmas terdekat.

Namun, saat Ranum ingin meminta resep dokter untuk tebus obat pasien bernama Raisa, pihaknya tidak mendapatkan sambutan pelayanan yang baik.

 

“Saya hanya minta resep obat panas dan batuk untuk Raisa, tapi hanya penolakan yang didapati, pelayanan tidak sesuai dengan harapan. Bahkan, saya kesal dan kecewa, karena obat panas dan batuk tidak diberikan saat itu,” ungkap Ranum dengan penuh rasa kecewa atas pelayanan RS Kartika Husada Jatiasih tidak sesuai dengan harapan, Sabtu (16/3) kemarin.

 

BACA JUGA :  Waras: Optimis Menangkan HASANAH di Bekasi

Setelah itu, Ranum bersama Raisa segera pulang. Keesokan harinya Minggu, (17/3) pihaknya kembali membawa raisa ke puskesmas dengan harapan mendapat solusi dan pelayanan yang baik.

Di Puskesmas Jatiasih, dirujuk untuk dibawa ke Rumah Sakit Anna Pekayon, karena jika ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) lokasi tempat kejauhan dari rumah. “Sekarang lagi diurus pihak RW setempat, untuk hasil masih menunggu,” kata Ranum.

Ironisnya bak dipimpong ke sana dan kemari nasib Raisa pun masih sama dengan sebelumnya mengalami penolakan dari pihak Rumah Sakit dengan alasan kamar penuh saat itu.

Tak menyerah sampai disitu, RW setempat, Ranum serta Raisa langsung menuju ke Rumah Sakit Cikunir.  Kemudian, ia langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS.

Setelah itu, pihak rumah sakit kemudian langsung melakukan tindakan medis, beruntung Raisa diterima di RS tersebut dan langsung mendapatkan pelayanan untuk Rawat Inap.

“Saat itu, saya panik, kemudian langsung membawa tetangga saya ditemani Pak RW, kami ke rumah sakit dan langsung masuk ruang UGD. Beruntung Raisa bisa ditangani tim medis,” ungkap Ranum.

Setelah mendapat penanganan medis, Ranum diminta untuk menyelesaikan adiministrasi di loket pembayaran.

“Saya ditanya jaminan kesehatan apa yang digunakan?, saya jawab saya pakai Kartu Sehat (KS),” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RW 012 Cakung, Marhusin mengakui, penolakan yang terjadi di Rumah Sakit Kartika Husada dan RS Anna Pekayon meskipun sudah menggunakan kartu sehat.

“Ya, memang benar terjadi penolakan di Rumah Sakit untuk penanganan warga saya bernama Raisa (5) tahun. Sangat disayangkan masih ada warga kami yang kurang cepat dilayani, apalagi mengalami penolakan beberapa Rumah Sakit yang sudah didatangi tadi, padahal pasien tersebut sudah menggunakan Kartu Sehat,” keluhnya saat ditemui disela-sela kesibukannya.

BACA JUGA :  Pepen: Program TMMD Ke - 104 Selaras Dengan Visi Kota Bekasi

Dijelaskan Marhusin, saat ini pasien sudah dirawat di RS Cikunir sejak pukul 21.00 WIB. Kondisinya saat ini masih lemah, badan panas, karena Raisa sudah tidak makan-makan sehingga diharuskan untuk dirawat inap. “Semoga kondisi pasien lekas sembuh dan segera membaik seperti biasanya. Saya juga mengimbau kepada pihak Rumah Sakit yang ada di Kota Bekasi yang sudah bekerjasama dengan Kartu Sehat untuk memprioritaskan pasien yang membutuhkan penanganan dan pelayanan cepat. Bukan hanya melayani tapi seharusnya dilayani dengan cepat sesuai kebutuhan pasien, karena ini menyangkut nyawa dan kesehatan seseorang,” pintanya, Selasa (19/3).

Hingga berita ini diturunkan, ironisnya pihak Pemerintah dan Dinas Kesehatan tidak ada yang menanggapi hal tersebut.

Padahal berdasarkan informasi yang didapat awal tahun 2018, ada 37 Rumah Sakit di Kota Bekasi yang bekerja sama tahun ini menjadi 33 rumah sakit. Sementara rumah sakit yang di luar Kota Bekasi, awalnya 19 rumah sakit menjadi empat rumah sakit.

Berikut ini daftar rumah sakit yang bekerjasama dengan Jamkesda KS-NIK Kota Bekasi tahun 2019.

Rumah Sakit di Kota Bekasi

1. RSUD Dr Chasbullah Abdul Madjid

2. RS Ananda

3. RS Anna

4. RS Anna Medika

5. RS Awal Bros

6. RS Awal Bros Bekasi Timur

7. RS Bhakti Kartini

8. RS Bhayangkara Tk Ir Said Sukanto

9. RS Cikunir

10. RS Citra Harapan

11. RS Dokter Adam Talib

12. RS Dr H Marzoeki Mahdi Bogor

13. RS Graha Juanda

14. RS Helsa Jati Rahayu

15. RS Hermina Bekasi

16. RS Hermina Galaxy

17. RSAB Harapan Kita

18. RS Jantung Harapan Kita

19. RS Kartika Husada Jatiasih

20. RS Khusus Daerah Duren Sawit

BACA JUGA :  Jatim Institute Kutuk Aksi Terorisme di Selandia Baru

21. RS Masmitra

22. RS Mekar Sari

23. RS Mitra Keluarga Bekasi Barat

24. RS Mitra Keluarga Bekasi Timur

25. RS Mitra Keluarga Cibubur

26. RS Permata Cibubur

27. RS Rawa Lumbu

28. RS Satria Medika

29. RS Selasih Medika

30. RS Siloam Bekasi Timur

31. RS Taman Harapan Baru

32. RSIA Karunia Kasih

33. RSIA Rinova Intan

Rumah Sakit diluar Kota Bekasi

34. RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo

35. RSUP Persahabatan

36. RS Karya Medika Bantargebang

37. RSUD Kabupaten Bekasi  (Nia/Len)