oleh

Mengenal Komunitas Expose Cijantung

CIBUBUR, Beritapublik.co.id – Komunitas Expose (Exotic Pets Owner Society) Cijantung menggelar gathering di Taman Mahoni tepatnya berlokasi di Jalan Raya PKP, RT.7/RW.9, Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Anggota Expose Cijantung, Muhammad Riski Sudibyo mengatakan, kegiatan ini, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk tidak takut bahkan memusnahkan reptil yang berbisa.

 

“Hewan reptil memang kadang berbahaya. Tapi, jika mereka dimusnahkan sangat disayangkan, karena hewan juga ingin hidup dan bisa berkawan juga dengan manusia,” ungkap Riski kepada beritapublik.co.id, Senin (15/4).

 

Selain itu, pria yang akrab disapa Riski ini menambahkan, yang hadir dalam acara gathering ini bukan hanya dari Cijantung, Cileungsi, Cibubur, Ciracas, tapi dari luar kota juga ikut turut serta dalam bersosialisasi tentang hewan reptil ini.

”Yang hadir kebanyakan dari Cileungsi sama Cijantung, Cibubur, Ciracas. Mereka bersemangat dalam acara ini karena antusias warga ciracas khususnya wilayah Cibubur ini sangat bersemangat sekali ketika melihat hewan reptil yang jarang ditemui dikehidupannya,” kata Riski.

Hewan yang paling sering dilirik yaitu ular, biawak. Hewan lain seperti, kura-kura, musang, sugar glider.

Komunitas Expose (Exotic Pets Owner Society) bukan hanya hewan reptil. Mamalia, kura-kura, dan serangga juga ada. Komunitas ini berdiri sejak 2 November 2013. Saat ini, sudah memasuki usia 5 tahun. Bahkan, belum lama ini pihaknya mengadakan anniversary. “Anggota member yang aktif saat ini berjumlah 60 orang. Dari berbagai kawasan daerah, kalangan dari anak muda sampai orangtua,” kata Riski

Riski menjelaskan, kegiatan Kopdar (Kopi darat) dilakukan untuk mengedukasi anak kecil karena dengan adanya edukasi ini mereka lebih mencintai hewan. “Dari yang tadinya mereka takut megang hewan mungkin dengan adanya komunitas ini jadi lebih berani. Apalagi, tidak semua gambaran reptil itu serem. Reptil juga bisa disayang, dipelihara seperti kucing atau anjing,” tuturnya.

BACA JUGA :  DPRD Kota Bekasi Minta PD Migas dan Foster Hentikan Proyek Pengeboran Potensi Gas di Sumur JNG-4

Tujuan membentuk komunitas ini berawal dari hobi untuk ngumpul bareng dan sharing tentang reptil dan hewan lainnya. Kopdar dilakukan setiap Minggu Sore dari pukul 15.00 hingga 20.00 WIB di Taman Mahaoni.

Selain membuat edukasi kepada anak-anak agar tidak memiliki rasa takut terhadap reptil. Bahkan, dengan dipantau orangtua. Membuat keluarga menjadi akrab mengenal hewan reptil dan hewan lainnya agar lebih berani dan menghilangkan rasa takut terhadap hewan reptil. “Aktivitas lain yang dilakukan Komunitas Expose diantaranya, gathering, kopdar, kongkow, kita juga kunjungan ke sekolah-sekolah tujuannya memberikan edukasi kepada para pelajar mengenal hewan reptil dan lainnya,” terang Riski

Menurut Riski, pihak sekolah biasanya meminta kepada Komunitas Expose untuk dipanggil terutama pada kegiatan pramuka yakni, mengajarkan edukasi terhadap siswa dan siswinya di sekolah pemahaman tentang reptil.

“Ada juga kegiatan rescue biasanya komunitas kami dapat panggilan dari pihak warga sekitar dimanapun lokasi daerahnya kita siap. Asalkan, mereka memilki nomor telepon tim kami yang bisa dihubungi. Kemudian, mereka menghubungi kami dan memberitahu alamat lokasi rumahnya kita langsung datang. Biasanya, alasan warga panggil kami ada ular yang masuk rumah warga, hewan lain seperti biawak, musang. Kita akan berikan pemahaman, edukasi tentang reptil dan cara menghadapi hewan tersebut serta penanganannya agar warga tidak menjadi panik ketika hadir hewan reptil ke rumah mereka,” papar Riski.

Rescue merupakan panggilan, apabila ada ular yang masuk ke rumah warga. Agar pihak warga tidak langsung bertindak, apalagi mereka tidak tahu biasanya ular tersebut berbisa atau tidak. “Misalnya jenis ular kobra atau jenis ular retic atau ular sanca. Takutnya, membahayakan warga karena tidak tahu cara penanganan. Biasanya warga setelah memanggil tim kami, foto hewan tersebut agar kami tahu jenis hewan apa,” keluh Riski.

BACA JUGA :  Presiden RI Serahkan Sertifikat Kompentensi Pemagangan 2017 di BBPLK Kota Bekasi

Riski berharap, dunia reptil lebih maju. Sehingga, masyarakat tidak takut lagi bagaimana cara menghadapi hewan reptil.

“Dukungan pemerintah sejauh ini belum kelihatan. Namun, warga sangat antusias terhadap edukasi ini dan hadirnya komunitas Expose disini,” pungkas Riski. (Nia/Len)