oleh

Tutup 2019, Pinjaman Usaha Akseleran Tumbuh 414 Persen di Bekasi

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Mengakhiri tahun 2019, Fintech Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp966 miliar sepanjang tahun 2019 se- indonesia. Dengan prosentase Top 3 tertinggi antara lain, DKI mencapai 44 persen, Jawabarat sebesar 17 persen, Banten sebanyak 6 persen.

Rimba Laut selaku Senior Vice President Coorporate Communication PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia mengatakan, untuk pinjaman usaha di Kota Bekasi atau Kabupaten Bekasi mencapai Rp80 miliar. Melalui pencapaian lompatan yang signifikan dengan prosentase naik sebesar 414 persen.

 

“Akseleran mendapat imbal dari pinjaman mulai dari 18 persen hingga 21 persen. Tak hanya itu, akseleran dapat melakukan pinjaman usaha minimal Rp200 juta maksimal Rp2 miliar,” ujar Rimba.

 

Sepanjang tahun 2019, Banten masuk ke dalam Top 3 provinsi dengan jumlah penyaluran pinjaman usaha terbesar Akseleran dengan kontribusi mencapai sebesar 6 persen secara nasional.

Adapun kedua provinsi lainnya, kata Rimba, yakni DKI Jakarta yang berkontribusi paling tinggi sebesar 44 persen atau setara dengan sekitar Rp966 miliar dan Jawa Barat sebesar 17 persen atau Rp160 miliar.

“Pertumbuhan penyaluran pinjaman usaha Akseleran di Banten sangat cepat seiring dengan animo yang semakin tinggi dari para pelaku usaha secara nasional diperkirakan ada sekitar 2.000 lebih UKM. Di Bekasi pelaku usaha sebanyak 100 lebih untuk memperoleh kemudahan akses pembiayaan. Kehadiran Akseleran sebagai Fintech P2P Lending yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK dinilai bisa menjadi solusi untuk memperoleh pinjaman usaha bagi UKM menengah berbasis invoice financing maupun pra invoice financing dengan jumlah maksimal sebesar Rp2 miliar,” ungkap pria berkacamata dan akrab disapa Rimba ini saat ditemui disela-sela kesibukannya di Steak 21 Metropolitan Mall, Lantai 2 saat kegiatan Media Gathering berlangsung, Selasa (4/2).

BACA JUGA :  Siberkreasi Helat Kelas Edukasi Online

Sekadar informasi, untuk total pinjaman usaha Rp160 miliar sepanjang 2019 di provinsi jawa barat. Kontribusi Jawa Barat terhadap Nasional (17%) atau provinsi kedua tertinggi Akseleran setelah DKI Jakarta (44%). Kemudian, di posisi ketiga adalah Provinsi Banten (6%). Untuk Top 5 Provinsi Jawa Barat, pertama untuk Kabupaten Bekasi (26%) setara Rp41,4 miliar. Kedua, Kota Bekasi (23%) setara Rp36,5 miliar. Ketiga, Kota Depok (20%) setara Rp31,5 miliar. Keempat, Kabupaten Bandung (17%) setara Rp26,5 miliar. Kelima, Kabupaten Sukabumi (3%) setara Rp5 miliar.

Saat ini, untuk total investasi pendanaan sebesar Rp93,5 miliar. Sementara, untuk kontribusi Jawa Barat terhadap Nasional (13%) atau provinsi tertinggi kedua Akseleran setelah DKI Jakarta (53%). Kemudian, di posisi ketiga adalah Banten (9%).

Untuk Top 5 antara lain, Pertama, Kota Bandung (25%) setara Rp23,5 miliar, Kedua, Kota Bekasi (19%) setara Rp18 miliar, Ketiga, Kota Depok (13%) setara 10,5 miliar. Keempat, Kabupaten Bogor (11%) setara Rp10 miliar, Kelima, Kabupaten Bandung (10%) setara Rp9,5 miliar.

Adapun, sektor peminjam atau UKM dari Jawa Barat, Bekasi khususnya, dia menjelaskan, untuk top 3 di bidang sektor UKM di Bekasi, Logistics 35,14%, Electrical Equipment 34,15%, Farming/ Agriculture 24,39% dan selebihnya terbagi cukup merata di berbagai macam sektor.

Rimba mengungkapkan, selama tahun lalu, Akseleran telah menyalurkan pinjaman usahanya kepada lebih dari 100 UMKM pinjaman di Bekasi

“Kami optimistis dengan pertumbuhan pesat yang terjadi di sepanjang tahun 2019, maka pada tahun 2020 diharapkan untuk Provinsi Jawa Barat khususnya di wilayah Bekasi kembali mengalami pertumbuhan sebanyak dua hingga tiga kali lipat. Dengan demikian, semakin banyak UKM yang memperoleh pinjaman usaha melalui Akseleran dan otomatis turut mendukung pertumbuhan ekonomi negeri ini,” tegas Rimba.

BACA JUGA :  TMP Bekasi Akan Adakan Kirab Kebangsaan

Secara kumulatif, Rimba mengungkapkan, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp80 miliar. Sedangkan untuk lingkup nasional, jelasnya, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp966 miliar sepanjang tahun 2019.

“Kami juga berhasil mendapatkan jumlah investasi yang diberikan 18 miliar atau kontribusi setara 19 persen nomor dua di Jawa Barat. Sementara, lebih dari Rp700 miliar secara nasional investasi pendanaan sedangkan di Jawa Barat Rp93,5 miliar pemberi dana pinjaman (pender) baru pada tahun 2019. Dan yang menggembirakan lagi adalah kami pun mampu menjaga tingkat NPL di bawah 1 persen dari total penyaluran pinjaman usaha serta mengimplementasikan program asuransi kredit,” jelas Rimba.

“Saat ini akseleran sudah ada 164 yang sudah berizin dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sementara yang sudah berizin hanya 25. Pasalnya, status harus terdaftar. Akseleran beroperasi sebagai Fintech Peer to Peer (P2P) Lending pada 2 Oktober 2017,” pungkasnya. (Nia/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed