oleh

Ini dia! Penjelasan Kakanwil Kemenag Jabar Terkait New Normal

BANDUNG, Beritapublik.co.id – Banyaknya pertanyaan dari masyarakat mengenai pembukaan kembali tempat ibadah di tengah Pandemi Covid-19. Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersinergi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar Konferensi Pers.

Asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Daud Ahmad, menjelaskan mengenai perkembangan Covid-19 dan New Normal yang akan segera diterapkan di Jawa Barat.

“New Normal dapat dilaksanakan di Jawa barat harus dengan kedisiplinan dan komitmen masyarakat beserta aparat negara sehingga nanti TNI dan Polisi akan menjadi pengawas khususnya di tempat-tempat keramaian seperti pertokoan, pasar, bahkan mungkin tempat ibadah,” ujar Daud Ahmad saat konferensi pers di gedung sate Bandung, Kamis (28/5).

Hal ini dilakukan, lanjutnya, untuk mengawasi dan mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Menyinggung tempat ibadah dan pondok pesantren Plt. Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Barat, Handiman Romdony menjelaskan bahwa sampai saat ini tatanan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi masih menunggu surat edaran resmi dari Menteri Agama RI.

“Kami baru mendapatkan gambaran umum bahwa Kementerian Agama RI akan membuka kembali tempat ibadah secara bertahap dengan memperhatikan perkembangan Covid-19 di Indonesia, khususnya Jawa Barat,” kata Handiman Romdony.

Kembali dalam keterangannya menyebutkan bahwa kemungkinan nantinya yang baru bisa dilaksanakan adalah Shalat Wajib 5 waktu dan Shalat Jumat.

Kemudian untuk perkembangan Pondok Pesantren yang akan dibuka kembali untuk santri juga masih belum ada regulasi yang mengaturnya.

“Tetapi dapat dipastikan pondok pesantren memiliki kewajiban untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Seperti yang kita ketahui, jumlah santri tidaklah sedikit sehingga dibutuhkan peraturan yang ketat,” tegasnya.

Hal terakhir yang diinformasikan oleh Plt Kakanwil yaitu mengenai pemberangkatan jemaah haji Jawa Barat di tahun ini. Romdony menjelaskan bahwa sampai saat ini masih belum ada keputusan dari Pemerintah Arab Saudi mengenai pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji, penentuan ini direncanakan akan diumumkan pada tanggal 1 Juni 2020.

BACA JUGA :  14 Titik Pantaun PSBB Kota Bekasi Resmi dihentikan

“Apabila sampai tanggal 1 Juni 2020 belum ada keputusan dari Pemerintah Arab Saudi, maka kemungkinan kecil ibadah haji dapat terlaksana. Tetapi kita semua harus terus berharap yang terbaik dan mendapatkan kabar yang menggembirakan terkait pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.

Pada akhir keterangannya, Romdony berjanji apabila sudah ada surat edaran atau instruksi langsung dari Menteri Agama RI, maka akan langsung memberikan informasi tersebut kepada masyarakat. (Ndi/Hum).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed