oleh

Millenial Talk Instititute Ajak Pemuda Bangkitkan Semangat Pendidikan

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Millenial Talk Institute bersama Forum Pelajar Sadar Hukum menyelenggarakan Konferensi Gerakan Pendidikan Bangkit melalui Virtual Zoom. Kegiatan ini mengangkat tema pandidikan Bangkit Patuhi Protokol Kesehatan, Senin (21/06).

Tema ini diambil karena sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Dimana dunia pendidikan disibukkan oleh apa yang disebut Revolusi Industri 4.0. Sedang Era Pandemi Covid-19 yang sangat mengancam ini membuat guru, siswa, dosen dan mahasiswa dipaksa keadaan untuk bertransformasi dengan pola pembelajaran baru menggunakan sistem daring/online dan work form home.

“Hasan Basri selaku Founder MTI Indonesia mengatakan bahwa Gerakan pendidikan bangkit ini sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan Indonesia, kami ingin membangkitkan semangat anak-anak muda siswa, mahasiswa, guru-guru ditengah hambatan yang penuh dengan tantangan hebat akibat pandemi Covid-19,”.

Millenial Talk Institute bersama Forum Pelajar Sadar Hukum Hadir menghadirkan narasumber dari beberapa perwakilan Anggota Dewan Pwewakilan Rakyat, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset teknoklogi serta Kementerian Kesehatan.

Dede Yusuf Macan Efendi selaku Anggota Komisi X DPR RI dalam sambutannya mengatakan bahwa banyak sekali tantangan didunia pendidikan dikala pendemi ini.

Tantangan besar di era pandemi ini adalah Pademi Covid-19 mengakibatkan potensi
timbulnya learning loss yang mengurangi kemampuan numerasi dan literasi,
termasuk pemetaan capaian afektif dan spiritualitas. Peserta didik harus
menjadi perhatian serius kedepan.

Tidak hanya learning loss bahkan sudah
mengakibatkan Putus Sekolah. Kemendikbudristek mencatat terdapat 157 ribu siswa SD hingga SMA putus sekolah pada tahun ajaran 2019/ 2020. Siswa
yang putus sekolah paling banyak berada di jenjang sekolah dasar (SD) sebanyak 59,4 ribu siswa.

Oleh karena itu, melalui kontribusi dan gerakan anak-anak muda saat ini diharapkan membangkitkan kembali semangat sekolah, semangat belajar dan membangkitkan Pendidikan di tengah pandemic Covid-19
yang semakin meluas.

BACA JUGA :  Tingkatkan Profesionalitas Guru, KCD Wilayah 3 Disdik Provinsi Jabar Lantik MGMP

Direktur vokasi Kemdikbudristek Dr. H. Yaswardi, M.Si juga dalam pemaparannya mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 justru memberikan potensi akselerasi kebijakan merdeka belajar yang berpusat pada siswa.

Merdeka belajar adalah permulaan dari gagasan untuk memperbaiki siatem pendidikan nasional yang terkesan monoton, dan untuk menciptakan suasana belajar yang bahagia bagi peserta didik maupun para guru.

Guru tidak mungkin digantikan oleh teknologi yang ada, kualitas guru merupakan salah satu dari esensi pendidikan yang perlu disiapkan untuk mewujudkan merdeka belajar. Kehadiran teknologi justru akan membantu meningkatkan peran guru dalam proses pembelajaran.

Penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemic Covid-19 ini memprioritaskan pada setiap peserta didik mengalami proses pembelajaran, mempelajari hal-hal yang esensial dan mengacu pada kebutuhan peserta didik dengan tetap menjadikan protokol kesehatam sebagai syarat utama.

Plt Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, drg. Kartini Rustandi M.Kes dalam pemaparannya menyebutkan bahwa Kementrian Kesehatan sepenuhnyaemdukumg kebijakan penyelenggaraa pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas.

Pandemic Covid-19.memimbulka. banyak sekali permasalahan terutama pada anak-anak usia sekolah. Untuk itu, dalam mendukung bangkitnya pendidikan dalam situasi pandemi Covid-19 ini maka peran sektor kesehatan dan masyarakat mutlak diperlukan. Seperti peran Keluarga dan Masyarakat, peran guru dan tenaga pendidikan, peran pumuda millenial.

Pada kesempatan itu hadir juga Anggota Dewan Komisi X DPR RI, Bramantyo Suwondo yang memberikan semangat dan motivasi kepada Peserta khususnya kaum millenial untuk selalu optimis semangat belajar meski penuh dengan tantangan. Tantangan berat ini harus kita menangkan. (Ndi/Sol)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed