KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Pemda Gowa Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemkot Bekasi dalam rangka studi Komparasi peningkatan penatausahaan aset daerah.
Kapala Bidang pada Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Teti Handayani menyambut baik kedatangan Pemda Goa untuk saling sharing dan berbagi pengetahuan dan bertukar informasi.
“Disperkimtan disini selalu berkoordinasi dengan BPKAD dan pihak terkait karena pengamanan aset tanah mencangkup beberapa lintas sektor,” kata Teti, Jumat (09/12).
Dia juga mengatakan salah satu upaya paling dasar adalah komitmen dari kepala daerah yang meluangkan waktu untuk sehari memonitor langsung setiap progres sertifikasi.
“Sehingga dapat mempercepat koordinasi dengan BPN,” terangnya.
Ditempat bersamaan, Kepala Bidang Aset BPKAD Rosa menjelaskan tentang pengelolaan aset (Barang Milik Daerah) yang ada di Kota Bekasi dan menggambarkan perjalanan panjang memiliki nilai evaluasi pengelolaan BMD di angka 94% berdasarkan penilaian Monitoring Center For Prevention (MCP) KPK.
“Salah satu cara meningkatkan nilai evaluasi dengan koordinasi yang baik antar OPD terkait baik horizontal maupun vertikal seperti kantor BPN, Kejaksaan dalam rangka pendampingan dan unsur terkait lainnya,” ujarnya.
BPKAD Kota Bekasi Jelas dia aktif dalam melakukan pengamanan aset khususnya proses sertifikasi BMD, karena kepala daerah kami memiliki target sesuai dengan Renstra BPKAD.
Pemimpin rombongan sekaligus Kadisperkimtan Kab. Gowa, Abdullah bersama rombongan menggunakan pakaian batik dengan ukiran wajah pahlawan nasional, Syekh Yusuf.
Abdullah menjelaskan kedatangannya ke Kota Bekasi untuk belajar banyak terkait pengadaan aset tanah.
“Kami melihat capaian pengamanan aset Kab. Gowa belum mencapai 50 persen sedangkan Kota Bekasi memiliki tingkat capaian penataan aset daerah yang lebih baik,” kata Abdullah.
Dirinya, berharap agar pada kunjungan ke Kota Bekasi dapat menyerap ilmu dan bisa ditetapkan di daerahnya nanti. (Ndi/Hb)










Komentar