JAKARTA, Beritapublik.co.id – Peringati 25 Tahun Reformasi, Senat Mahasiswa (SEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) wilayah II Menggelar aksi di depan Istana Presiden RI, Kamis (25/05).
Koordinator SEMA PTKIN Wilayah II, JJ Sayyid Fairuz Zaki, menyoroti tumpulnya hukum kepada kalangan penguasa dan tajam kepada masyarakat kelas bawah serta banyaknya produk hukum yang mendukung oligarki dan merugikan masyarakat secara luas menjadi momok yang menyeramkan.
“Supremasi hukum merupakan instrumen fundamental dalam memperbaiki sistem bermasyarakat dan bernegara, mengingat masih banyak bentuk praktik KKN yang dilakukan para penyelenggara negara,” kata Zaki sapaan akrabnya dalam menyampaikan aspirasinya.
Menurut dia, permasalahan HAM menjadi isu yang harus dituntaskan secepat mungkin. Banyaknya kasus HAM yang terjadi di Indonesia lantaran sistem hukum masih harus diperkuat.
“Akan tetapi terdapat banyak isu-isu kekerasan hingga kasus HAM yang dilakukan oleh polri itu sendiri. Pemerintah harus menyelesaikan kasus HAM di masa lalu maupun kasus HAM terkini serta perlindungan HAM. Selain itu juga supremasi hukum diperlukan agar tidak ada lagi kebijakan yang menyengsarakan rakyat,” jelas Mahasiswa UIN Ciputat ini.
Dalam aksi tersebut delapan Poin Tuntutan Mahasiswa kepada pemerintah:
1. Mencabut UU Cipta Kerja beserta PP Turunannya.
2. Mewujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah, Demokratis, dan berpihak pada masyarakat.
3. Hapuskan KKN dan berikan jaminan kehidupan yang layak untuk rakyat.
4. Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu, wujudkan perlindungan HAM.
5. Cabut kebijakan yang menyengsarakan Rakyat.
6. Mewujudkan reforma Agraria dan selesaikan kasus dan konflik Agraria.
7. Menolak Militeristik dalam ruang publik.
8. Mewujudkan kebebasan berekspresi dan hentikan segala bentuk Represifitas. (Ndi/Red)










Komentar