oleh

Menjaga dan Melestarikan Budaya, dengan Ragam Pertunjukkan

KOTA BEKASI – Lintas perguruan silat dan penggiat seni budaya meriahkan Hari Jadi Perguruan Silat Monyet Putih (PMP) yang ke – 55 tahun dengan ragam pertunjukkan.

Ketua Perguruan Silat Monyet Putih (PMP), Agus mengungkapkan, 55 tahun bukanlah waktu yang sedikit, banyak hal yang dilalui suka dan duka untuk tetap istiqomah berjuang melalui seni dan budaya.

“Alhamdulillah berkat doa para guru – guru dan orang tua serta para pengurus PMP hingga kini masih tetap konsisten dan istiqomah berada dijalur seni budaya,” ujar Agus yang sekaligus guru muda di PMP kepada beritapublik.co.id, Minggu (7/4).

Dia juga ungkapkan, banyak bersyukur dengan adanya Paketan Budaya Jatiasih yang menaungi 20 Perguruan, Paguyuban se-Jatiasih.

“Dengan adanya kumpulan Paketan Budaya sehingga dapat membantu terlaksananya milad ini,” jelasnya.

Baginya, terbentuknya Paketan Budaya menjadi suatu wadah bagi perguruan dan paguyuban yang ada di Jatiasih sehingga tetap guyub dan saling kenal mengenal satu sama lain.

“Disinilah saya betul – betul merasakan silaturahim antar perguruan dan paguyuban. Sehingga terciptanya saling kepedulian dan kekompakkan bagaikan sebuah keluarga,” katanya.

Selaras dengan itu, Ketua Paketan Budaya Jatiasih, Panglima Aziz Q-bo mengutarakan, memang awal terbentuknya Paketan Budaya melalui kesepatan bersama untuk bagaimana dapat meringankan beban jika ada perguruan dan paguyuban yang akan mengadakan milad dan saling bersinergi dalam mengembangkan budaya di Jatiasih Khususnya di Kota Bekasi.

“Sehingga dari kesepakan bersama yang awalnya hanya 10 perguruan silat tergabung dalam Paketan Budaya bersepakat untuk iuran atau bahasa betawinya Paketan (urunan) yang menjadi khas budaya betawi Bekasi,” terangnya saat menjelaskan sejarah singkat terbentuknya Paketan Budaya Jatiasih.

Seiring perjalanan lanjut panglima Aziz, adanya Paketan Budaya Jatiasih banyak yang merasakan manfaatnya. Lambat laun berjalannya waktu hingga kini sudah 20 perguruan dan paguyuban budaya yang bergabung.

BACA JUGA :  Beginilah Suasana Sidang Paripurna DPRD Kota Bekasi

“Ini semua tidak lepas dari semangat para guru besar untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya khususnya silat tradisional,” pungkas Panglima Kumbesi Korwil 1 Bekasi ini. (Len/Nil)

News Feed