oleh

Walikota Bekasi Percepat Penanganan Sampah Bambu Bendung Koja

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi terjun langsung ke area yang sudah 3 hari berlalu dan sempat viral di berita mengenai sampah bambu dari aliran Kali Cikeas yang tepatnya di Bendung Koja, Jatiasih. Hal ini membuat Wali Kota melintasi dan berdiri di atas bambu yang tepatnya di aliran sungai Cikeas.

Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana dan segenap tim bersih dari Dinas LH Kota Bekasi juga gabungan dari para TNI Kodim untuk membersihkan secara manual pengangkatan bambu tersebut.

 

Walikota Bekasi Tangani Sampah Bambu Bendung Koja.
Walikota Bekasi Tangani Sampah Bambu Bendung Koja.

 

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, sampah bambu yang menumpuk di Bendung Koja perlu diangkut menggunakan alat berat karena jumlahnya yang relatif banyak dan juga secara manual, memang mungkin memakan waktu lama bisa sampai berbulan bulan, karena terbatasnya juga pada akses jalan jika memakai alat berat.

 

“Kondisinya masih 160 meter, dan ini tidak selesai kalau manual, kecuali kalau ada long arm beko itu yang bisa menyelesaikan dan itu juga butuh waktu selama sebulan, karena kondisi eksisting untuk sampah yang sudah diangkat juga kendala di jalannya,” Jelas pria yang akrab disapa Pepen ini, Selasa, (15/10).

 

Ada sekitar 100 personil gabungan pada pengangkutan manual sampah bambu di bendungan tersebut. “Kita sedang mengusahakan long arm, kalau perlu kita pinjam dengan DKI karena DKI kan di Banjir Kanal Timur kan banyak, kalau memang kita buntu kita pinjam dengan pak gubernur,” jelas Pepen.

Sampah bambu di Sungai Cikeas akan didorong ke aliran Sungai Bekasi di sekitar Perumahan Kemang Pratama. Hal itu dilakukan agar ada akses untuk alat berat.

Pepen menegaskan bahwa, dirinya sudah sarankan ke Dinas BMSDA Kota Bekasi, bahkan tiga tahun yang lalu sudah pernah saya sarankan sebelum terjadi ini, itu memang tarikannya buat menyelesaikan banjir di komsen untuk turun di Cikeas, di atasnya dibuat jalan karena di atasnya dibuat jalan maka disitu dibuat screen dengan electric chain. Itu yang buat mengangkut sampah maka kemudian hari tidak lagi terjadi hal-hal yang seperti ini.

BACA JUGA :  Peringati Tahun Baru Islam, Gus Shol Bagikan 12 Ribu Paket Sembako

“Tapi ini kondisinya juga real dan kita tidak bisa menyalahkan bogor, depok, yang bisa kita patut salahkan kenapa kita tidak sayang dengan sungai, karena di hulu itu ada hilir, Kalau di hulu baik, di hilir baik maka pemanfaatan Kali Cikeas dan Kali Cileungsi itu di Kota Bekasi ada yang namanya PDAM Tirta Patriot. Saat terjadi limbah maka biaya pengelolaan akan sangat tinggi, karena memang sumber air minum di Kota Bekasi dari PDAM walaupun ada sebagian dari sumur biasa” jelas Pepen.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, menambahkan, pengangkutan sampah bambu sedang diupayakan menggunakan alat berat dengan cara mendorong sampah ke aliran Sungai Bekasi di sekitar Kemang Pratama.

“Pakai skenario baru, jadi sampah yang menumpuk digelontorkan ke hilir, nanti diambilnya di Kemang Pratama pakai alat berat,” kata Puarman.

Sejauh ini, kata dia, sampah bambu yang diangkut di kali tersebut baru mencapai delapan truk atau setara 64 kubik. “Belum sampai sepuluh persen karena keterbatasan akses,” pungkasnya. (ADV/ HUMAS)