oleh

Pemkot Bekasi Gandeng LPPM Universitas Pelita Bangsa Launching Bekasi Mart

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Demi mendorong para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) atau IKM (Industri Kecil Menengah) terus bertahan di tengah pandemi Covid-19 dan dapat menembus ke pasar internasional. Pemkot Bekasi menggandeng LPPM Universitas Pelita Bangsa me-launching Marketplace Bekasi Mart di Aula Nonon Sonthanie, Rabu (26/8).

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan juga di hadiri oleh para pelaku UMKM atau IKM se-Kota Bekasi berjalan dengan lancar serta tetap mengikuti protokol kesehatan.

Tri mengatakan bahwa para pelaku UMKM harus terus eksis dan harus masuk menembus pasar internasional.

“Ini sudah menjadi tugas Pemkot Bekasi untuk terus mendorong dan membangkitkan semangat para pelaku UMKM/IKM. Dengan metode ini mudah-mudahan seluruh komponen mulai dari tim percepatan, perguruan tinggi, dan Pemkot Bekasi dapat mengoptimalkan keseluruhannya,” tuturnya.

Untuk saat ini, kata Tri, para pelaku UMKM yang terhimpun di Kota Bekasi ada 250rb pelaku. Oleh karena itu, dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal untuk para pelaku UMKM/IKM tentunya Pemerintah saat ini terus memberi kemudahan dan juga pembiayaan untuk sertifikasi halal.

Benny Tunggul selaku Ketua Bidang Perkembangan Kehidupan Perkotaan Tim Percepatan TWUP4 Kota Bekasi menuturkan, bahwa melalui berbagai upaya Pemerintah Daerah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UKM akan memfasilitasi kebutuhan para pelaku UMKM atau IKM agar tetap bertahan di tengah pandemi dan menembus pasar internasional.

Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga akan terus konsisten membantu para pelaku UMKM atau IKM.

Benny menilai bahwa peluang UMKM atau IKM sangat besar untuk menembus pasar internasional. Pasalnya, peningkatan dalam perdagangan internasional ditengah pandemi Covid-19 saat ini justru meningkatkan harga jual untuk ekspor. Ia mencontohkan, bahwa produk UMKM jika di jual di lokal dengan harga Rp.10.000, ketika produk tersebut di ekspor bisa di naikan menjadi Rp.20.000 sampai Rp.30.000.

BACA JUGA :  Pemerintah Prioritaskan 8 Sasaran Pembangunan dalam RKP

“Karena ditengah pandemi ini harga eskpor pasti naik. Maka dari itu, harga produk pun harus disetarakan dengan harga pasar export untuk bersaing di Pasar Perdagangan Internasional. Jadi, selain dipasarkan secara offline, nanti juga dalam Start Up Bekasi Mart berorientasi pasar ekspor mulai gencar ke arah online. Oleh karena itu, ekosistem perlu dikuatkan untuk mengangkat potensi IKM dan produk UMKM Kota Bekasi terus eksis,” paparnya.

Ketua Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pelita Bangsa, Dr. Retno Purwani Setyaningrum, menjelaskan, Sesuai dengan Tridarma Perguruan Tinggi, pihaknya bekerjasama dengan Pemkot Bekasi untuk membuat Bekasi Mart agar dapat memperluas pangsa pasar para pelaku UMKM atau IKM ke jenjang yang lebih luas lagi.

Selain membuat sistem Bekasi Mart, pihaknya juga melakukan pelatihan dan pembinaan kepada UMKM dan IKM.

Besar harapannya agar kerjasama dengan Pemkot Bekasi ini dapat membantu memulihkan perekonomian daerah dan umumnya Indonesia. Karena menurut dia, Indonesia akan maju dengan UMKM atau IKM.

“Oleh karena itu kita fokus kepada UMKM atau IKM yang ada di daerah agar dapat memperluas pasar serta dapat meningkatkan kapasitas pelaku UMKM atau IKM sebagai pengusaha inovatif dimasa pandemi. Tentu bukan hanya pada saat pandemi saat ini saja, akan tetapi harus berkelanjutan,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Abdillah Hamta selaku ketua pelaksana kegiatan mengucapkan banyak terimakasih kepada para pelaku UMKM yang hadir dalam kesempatan tersebut.

“Ini adalah bentuk sinergi dan kerjasama antara para pelaku UMKM dan Pemerintah Kota Bekasi dengan non APBD Kota Bekasi. Kegiatan ini di dukung oleh para UMKM serta para simpatisan penggiat usaha lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dianggap Salahi Aturan, Pengelola Wiskul: Kita Ikuti Aturan

Disamping itu, ia juga mengingtkan kepada para pelaku usaha tentang UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Karena itu merupakan acuan bagi setiap pelaku usaha dalam melakukan transaksi baik perdagangan konvensional maupun perdagangan melalui online atau e-commerce,” terangnya.

Dirinya juga memaparkan, bahwa sesuai Perda No 8 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM, bahwasannya pemerintah wajib menumbuh kembangkan UMKM dan Koperasi dengan merubah periklanan konvensional dengan pemasaran jejaring multichanel untuk meningkatkan pendapatan, penjualan, dan persaingan usaha dengan perusahaan menengah dan besar.

Selain itu, Pemerintah juga harus meningkatkan kemampuan SDM (pelaku UMKM) dan Koperasi dalam kemampuan management, kepemimpinan, inovasi dan pengembangan usaha impor dan ekspor dan jejaring inkubator bisnis. Serta membangun database dan katalog produk dan jasa binaan UMKM dan Koperasi Pemerintah Kota Bekasi.

Dan terakhir yaitu, membangun strategi pemasaran dengan jejaring distribusi e-commerce yang lebih di kenal dengan nama digital marketing, dengan membangun ekosistem digital bagi UMKM dan Koperasi di Kota Bekasi.

Abdillah juga menambahkan, bahwa manfaat digital marketing yang dapat di peroleh bagi para pelaku UMKM antara lain yaitu terhubungnya dengan konsumen secara online, konpersi penjualan jauh lebih tinggi serta biaya pemasaran lebih hemat, dan dapat melayani konsumen secara realisme via internet.

“Selain itu juga dapat menjangkau pengguna secara mobile, menjaga posisi pada persaingan bisnis, meningkatkan pendapatan, dapat bersaing dengan perusahaan besar, mempersiapkan UMKM untuk era internet optime, dan pemasaran melalui online lebih tinggi,” pungkasnya. (Adv/Hum)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed