oleh

Kemenag Kesulitan Patenkan Robotic, Prof Dailami: Kita Siap Hak Patenkan Karya Anak Bangsa Dan Buat Museum Prestasi

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Kompetisi robotic madrasah menjadi program unggulan di Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Kendati begitu, program unggulan yang sudah terselenggara lima kali itu tampaknya masih kesulitan untuk meng-hak patenkan karya anak bangsa tersebut.

Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kemenag RI, Ahmad Umar mengatakan bahwa hingga sampai saat ini hasil karya pada lima kompetisi sebelumnya, Kemenag masih kesulitan mendapatkan hak paten atas karya para siswa siswi madrasah.

 

 

“Belum kami hak patenkan, mas. Kendalanya kadang-kadang yang ahli di bidang itu belum mampu mengurus,” ungkapnya ketika ditemui awak media di sela-sela kesibukannya, Kamis (3/9).

 

 

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antar Kemenag RI dengan Universitas Islam As Syafi’iyah dan Internasional Robotic Training and Competition (IRTC), Umar berharap kompetisi tahun ini dapat lebih baik dari kompetisi tahun sebelumnya, dan hasil karya para siswa siswi madrasah nantinya dapat dipatenkan.

“Disini tadi ada kesepakatan, nantinya UIA ini akan mencoba membuat 2 keputusan. Pertama UIA akan memberi beasiswa anak-anak yang juara masuk ke UIA dengan beasiswa full, dan yang ke dua UIA akan menguruskan hak paten dan sekaligus untuk membuat museum prestasi robotic di UIA,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagai tuan rumah kompetisi robotic madrasah ke enam, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Islam As Syafi’iyah, Prof. Dr. Dailami Firdaus siap mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Sebagai wujud komitmen Visi Universitas Islam As Syafi’iyah sebagai pusat pengembangan dan pengamalan Agama, ilmu dan teknologi, tentunya kami akan mendukung,” tuturnya.

Pihaknya berencana guna menampung kreasi hasil kompetisi robotic madrasah dalam sebuah museum prestasi. Selain itu, pihaknya juga siap untuk membantu mendapatkan hak cipta tersebut.

BACA JUGA :  Pemenang Pemilihan Putera Puteri Cilik Indonesia Jadi Brand Ambasador Fashion Designer Indonesia

“Kami siap untuk membuat museum prestasi. Jadi, hasil-hasil karya anak bangsa akan di tampung disini. Untuk hak cipta, kebetulan kami di sini ada fakultas hukum, nanti siap membantu,” pungkasnya. (Nil/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed