oleh

Ini Tanggapan Lurah Jatirangga Soal Semburan Lumpur di Kranggan, Masih Tunggu Hasil Laboratorium

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Lurah Jatirangga, Ahmad Afandi angkat bicara menanggapi semburan lumpur yang menghebohkan warga belum lama ini, pihaknya hanya bisa menunggu hasil laboratorium dari sampel lumpur yang menyembur di wilayah Kranggan, Jatirangga belum lama ini.

 

 

“Dari kementerian lingkungan hidup, geologi sudah datang untuk mengambil sampel lumpur, hasilnya sekitar 14 hari kerja baru dapat diketahui,” kata Afandi saat ditemui, Rabu (9/9).

 

 

Menurutnya, pihak kelurahan sendiri hanya memberikan imbaun agar dampak semburan lumpur tidak meluas ke saluran warga sekitar.

“Langkah yang kami lakukan ya paling itu agar warga tidak panik, dan pihak manajemen yang melakukan pengeboran pun masih kooperatif,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan dampak di wilayah semburan yakni, meminta pihak manajemen perusahaan agar mengerahkan pekerjanya untuk membersihkan lumpur. Sehingga, warga sekitar tidak perlu kerepotan untuk membersihkan lumpur yang bersumber dari pengeboran tersebut.

Bahkan, Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri tengah menerjunkan tim untuk mengecek penyebab terjadinya semburan lumpur saat dilakukan pengeboran.

Terkait perizinan, lanjut Afandi wilayahnya berada di Kementerian Lingkungan Hidup maupun ESDM Provinsi Jawa Barat. Kendati demikian, memang disinyalir masih terdapat catatan dalam pemantauan perizinan yang belum dilengkapi sepenuhnya.

“Pihak kelurahan tidak tahu soal perizinan karena memang langsung ke provinsi,” pungkas Afandi. (Nia/Len)

BACA JUGA :  Wakil Wali Kota Bekasi Harapkan Sispala Mampu Tumbuhkan Kreativitas

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed