oleh

Sambil Doa, Puluhan Kader Golkar Minta Sekretariat Tetap Dipertahankan di Ahmad Yani

KOTA BEKASI, Beritapublik.co.id – Puluhan Kader Partai Golkar Kota Bekasi yang mengatasnamakan Gerakan Perubahan Partai Golkar menggelar doa bersama, para aksi Kader minta Sekretariat tetap dipertahankan di Jalan Ahmad Yani.

Heri Suko Martono, selaku Kader Golkar mengatakan bahwa, gerakan ini merupakan bentuk aspirasi kader sekaligus prihatin atas sengketa lahan gedung DPD Golkar Kota Bekasi yang tak kunjung usai.

“Hari ini kita berdoa dan berharap bahwa Kantor Sekretariat DPD Golkar tetap di Jalan Ahmad Yani No.18 dan tidak pindah kemana-mana. Pasalnya, kami melihat bahwa gedung ini tengah dihuni hingga puluhan tahun dan bahkan dianggap sebagai marwah partai,” ungkap Heri dalam keterangan pers-nya di Gedung DPD Golkar,  Selasa (29/9).

Heri menegaskan, gerakan tersebut bukan salah satu bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Rahmat Effendi. Namun, Ini memang sebagai bentuk aspirasi para kader Golkar untuk mempertahankan yang dianggap sebagai marwah partai.

“Jadi, mohon didengarkan dan mari bersama-sama untuk menyelesaikan kasus sengketa lahan Gedung DPD Golkar Kota Bekasi agar tidak berkepanjangan dan kedepannya tidak menimbulkan polemik lagi,” ungkapnya.

Saat disinggung gerakan ini sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Rahmat Efendi, ia menyebut bahwa mosi tidak percaya itu sudah dilayangkan ke DPP Golkar terkait sengketa lahan.

“Jadi, ini (gerakan-red) bukan bentuk perpecahan. Ya, namanya aspirasi wajar terjadi dalam sebuah gerakan partai,” ucapnya.

Heri mengaku bahwa, selama ini pihaknya menunggu action dari pimpinan sebelumnya (Rahmat Effendi-red) terkait permasalahan sengketa lahan. Namun, pihaknya masih belum ada action hingga saat ini.

“Ya, selama kami menunggu action dari pimpinan (Rahmat Effendi-red). Bahkan, saat ini bentuk aksi kita bahwa, action selama ini belum terjadi pasalnya sengketa masih terjadi. Jadi, kita kecewa dengan kepemimpinan DPD Golkar saat itu,” pungkasnya. (Nil/Len)

BACA JUGA :  Warga Korban Penggusuran Tuntut 'Sang Penista Manusia'

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed