oleh

Langka dan Harga Tidak Manusiawi, Athan Siahaan Peduli Masyarakat Indonesia Bagikan Masker Rancangan Sendiri

JAKARTA, Beritapublik.co.id – Masker menjadi salah satu barang yang dicari masyarakat saat ini untuk mencegah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang tengah mewabah di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini yang menjadi alasan Athan Siahaan tergerak hatinya untuk merancang, menjahit hingga memproduksi ribuan masker secara gratis hasil karya sendiri untuk masyarakat yang membutuhkan ditengah COVID-19 ini.

Pria yang akrab disapa Athan ini mengungkapkan pengalaman pribadinya yang saat itu mencari masker demi menjaga kesehatan sangat langka. Bahkan, ironisnya ketika menemukan di salah satu Toko masker harganya sangat tidak manusiawi sekali.

 

“Ini pengalaman pribadi belum lama ini, saya butuh masker sehingga saya mencari masker di toko-toko alat kesehatan awalnya memang sangat langka. Namun, saya menemukan masker dengan harga yang sangat tidak wajar, bayangkan saja saya haru merogoh koceknya 1 Box Masker dengan harga Rp500 ribu rupiah,” terang Athan disela-sela kesibukannya saat dikonfirmasi beritapublik.co.id, Kamis (26/3).

 

Dijelaskan Athan, pihaknya bukan ingin pencitraan, tapi memang dirinya mengalami kejadian langsung saat ingin mencari masker untuk menajaga kesehatannya. Meskipun dengan harga yang tidak manusiawi tersebut

Menanggapi hal tersebut Athan pun langsung bertindak untuk memproduksi 2.000 pcs Masker
yang nantinya akan dibagikan secara gratis kepada orang yang memang benar-benar membutuhkan.

Dijelaskan Athan, alasan ingin membuat masker selain memberikan kemudahan bagi tenaga medis, bahkan pasien yang benar menderita COVID-19. Bahkan, untuk semua masyarakat yang membutuhkan masker baik di luar daerah ataupun Jabodetabek. Pihaknya, ingin berbagi kepada mereka yang memang perlu dan butuh bantuan kita.

“Untuk ongkos kirim masker ke luar kota, saya akan kasih gratis ke mereka,” tuturnya.

BACA JUGA :  Soft Opening Lagoon Avenue Di Meriahkan The Dance Company Band

Athan mengaku, awalnya memang dirinya tidak peduli dengan COVID-19. Pasalnya, pihaknya berpendapat, jika memang sudak takdirnya ia dipanggil tuhan, kapanpun dimana pun dengan cara apapun itu bisa saja terjadi tanpa adanya COVID-19.

Namun, seiring berjalannya waktu pihaknya semakin menyadari banyak masyarakat di indonesia yang terpapar, ironisnya puluhan orang sampai meninggal.

Lanjut Athan, bahkan masker dan Hand Sanitizer yang dibutuhkan masyarakat pun kosong.
Saat ini, langka. Sekalipun ada di Toko Kesehatan harga barang Alat Kebutuhan selangit.

“Saya miris sekali dengan kejadian ini. Pasalnya, pihaknya tidak menyangka masih banyak orang yang tidak sadar. Dengan memanfaatkan keadaan serta menimbun barang dagangan tersebut, mereka seenaknya menjalankan aktivitas jualnya dengan harga yang tidak manusiawi ditengah kondisi masyarakat yang pada kenyataannya membutuhkan barang tersebut,” keluhnya.

 

 

Masker Batik Rancangan Athan Siahaan, dicuci dahulu sebelum dipakai.
Masker Batik Rancangan Athan Siahaan, dicuci dahulu sebelum dipakai.

 

 

Athan mengungkapkan kekesalannya bahwa, Dldunia semakin gila, pasalnya dirinya tidak menyangka, masih ada para pedagang yang menimbun masker dengan harga yang tidak masuk akal.

“Saya tidak menyangka, apa kalian tidak pada mikir, saat ini ratusan orang yang positif COVID-19 sedang mempertaruhkan nyawa mereka untuk sembuh,” tegasnya.

Athan menyayangkan, dengan sikap para oknum pedagang yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari untung, tanpa pernah memikirkan bagaimana nasib masyarakat yang tidak mampu, jangankan untuk beli masker seharga Rp500 ribu rupiah untuk makan saja mereka susah karena mengahadapi kenyataan hidupnya.

“Belum lama ini, pekan lalu. Saya sengaja pergi ke Pasar Pramuka disana Banyak Toko Obat dan Alat Kesehatan dan Tenaga Medis yang sangat lengkap. Namun, saya terkejut dengan harga masker 1 Box Isi 50 pcs seharga Rp500 ribu rupiah,” paparnya sambil menceritakan hal tersebut dengan nada yang lirih.

BACA JUGA :  Liburan Seru Akhir Tahun di Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah Bekasi

Athan mengaku, pihaknya tetao membeli satu Box. Selain, dirinya butuh untuk menjaga kesehatannya, dan ia pun sadar harus hidup sehat dan tetap berkarya meskipun kondisi COVID-19 pandemi. Namun, pihaknya menyadari harus melawan Virus ini dengan memutus rantai, kalau sebelumnya social distancing sekarang berubah menjadi physical distancing. Artinya ini sangat serius bukan main-main.

“Jadi, bagaimana nasib saudara kita yang tidak mampu untuk beli masker dengan harga segitu?
Dalam keheningan malam saya berpikir, dan akhirnya saya memiliki ide untuk merancang dan buat masker sendiri. Namun, pihaknya tidak mampu membuat massal karena tenaga terbatas,” jelasnya.

Athan menambahkan, pihaknya mencoba mengajak beberapa teman untuk produksi masker. Saya membeli bahan masker, dibantu teman -teman untuk dibagikan secara gratis kepada madyarakat yang membutuhkan di Indonesia,” imbaunya.

Athan mengucapkan, syukur alhamdulillah, saat ini saya lagi produksi ribuan lagi untuk saya bagikan secara gratis.

“Saya mengingatkan, kepada teman – teman yang bisa produksi masker. Kemudian, ingin berbagi. Ayo, kita sama-sama membantu mereka yang membutuhkan masker,” pesannya.

Rencananya, masker ini akan dibagikan ke Aceh,
Medan, Lombok, Malang, Jabodetabek, Batam. Kemudian, akan dikirim ke yang lain juga seperti,
Magelang, Yogyakarta, dan Purwokerto.

Menurut Athan, pengiriman barang langsung ke alamat orang yang benar- benar membutuhkan masker tersebut. “Saya berharap, agar mereka bisa memakai masker saat keluar rumah, karena terpaksa harus bekerja. Mereka juga berhak untuk sehat,” pintanya

Athan mengaku sedih, melihat masih ada masyarakat tidak mampu yang tidak mendapatkan masker ditengah COVID-19 ini.

“Pesan terhadap penjual masker dengan harga tinggi. Semoga mereka diampuni dosa-dosanya,” harapnya.

Tidak hanya moncer di dalam industri fashion Indonesia. Begitu sampai Jakarta dari perjalanan menjadi juri pencarian model muda Indonesia untuk dikirim ke kancah mancanegara, desainer asal onan di bona pasogit itu merancang masker. Tak sekadar menjahit tapi dirancangnya sesuai dunia fashion, warna bervariasi, dan bahan batik.

BACA JUGA :  Pemkot Gunakan Drone Untuk Semprot Disinfektan di Jalan Protokol dan Stadion di Bekasi

“Bagi kalian yang benar-benar membutuhkan masker, khususnya di wilayah Jabodetabek, saya berikan gratis. Syaratnya, satu orang hanya diperkenankan satu unit,” kata Athan, Rabu (25/3).

Sebelum mendonasikan rancangannya secara gratis, Athan sempat berulang kali menuliskan rasa kekesalannya karena mendapati harga masker yang mahal. Sebelum sampai di rumahnya di Jakarta, pria yang mendunia karena rancangan berbasis ulos itu mempublikasi rancangan masker dari sket tangannya. “Ini ada rancangan modis. Masker itu mahal, apabila jahit sendiri,” tambah Athan.

Bersamaan dengan mendonasi, ia pun terus merancang busana berbahan ulos. Dari ragam iven dunia yang diikutinya, pengalaman terindah ketika menghelat langsung partonun di kampung halaman. Semua jenis ulos dimodifikasinya jadi indah dan adi busana. Bahkan, haen yang biasanya digunakan di acara kematian menjadi indah karena eksplorasi. “Ulos indigo (indigofera) menjadi fashion yang sanagat elegan,” ujar Athan.

“Khusus masker, berbahan bukan dari ulos tapi motifnya dengan warna dasar. Ada merah, hitam, biru dongker dan putih tapi benar-benar modis bahan batik,” pungkasnya. (Nia/Len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed